Mar
31
Filed Under (Web/Tech) by auliahazza on 31-03-2008

Kepada Yth. Sdr. Roy Suryo   
ditempat    
Perihal: Ajakan Dialog Terbuka Mengenai Perkembangan dan Isu Blogger Indonesia.

Mengingat

Banyaknya aspirasi para blogger yang tertuang dalam blognya
masing-masing mengenai ketidaksetujuan atas komentar-komentar Sdr. Roy
Suryo di media massa yang cenderung selalu memojokkan blogger.

Menimbang

Perlunya tindakan untuk meluruskan informasi-informasi yang
diberikan Sdr. Roy Suryo kepada media massa, khususnya mengenai
pandangan negatif Sdr. Roy Suryo kepada blogger.

Memutuskan & Menetapkan

Perlu dilakukannya dialog terbuka dengan Sdr. Roy Suryo mengenai
isu-isu yang berkembang saat ini, khususnya isu-isu yang selalu
menyudutkan blogger serta informasi-informasi lain yang secara umum
cenderung membodohi masyarakat.

 

Saya mengajak kepada Sdr. Roy Suryo, untuk melakukan dialog terbuka
dengan semangat sportifitas untuk saling menerima masukan guna kemajuan
perkembangan teknologi informasi Indonesia khususnya perkembangan
blogger di Indonesia.

Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar
dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk
menerima ajakan dialog terbuka ini.

Catatan:

Saya yakin Sdr. Roy Suryo tidak akan mengatakan "tidak tahu"
mengenai adanya ajakan dialog terbuka ini. Ajakan dialog terbuka  saya
posting melalui blog dan insya Allah akan tersebar dengan baik melalui
search engine maupun dengan bantuan dari teman-teman melalui blog,
milis dan media lainnya. Dengan demikian, saya yang tidak tahu cara
menghubungi Anda bisa berharap Anda bisa mendapatkan informasi ini
dengan mudah dan cepat. Bukankah ini salah satu keahlian Anda? Mencari
informasi mengenai diri Anda atau informasi lainnya di internet.

Salam,

Riyogarta   
Website: www.riyogarta.com    
Email: me at riyogarta.com    
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat
luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut
membantu saya menyebarluaskan surat ini dengan cara:

  • Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
  • Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
  • Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.

Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.

Source : Riyogarta

Mar
07
Filed Under (Article) by auliahazza on 07-03-2008

Dari milist psikologi, posting by Robert.

Sedikit renungan buat kita semua baik yang belum dan sudah menikah :
Benarkah menikah didasari oleh kecocokan? Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng … Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah … (is that simple?…..)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar … Lalu apa? MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat’.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama …

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup…??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’, Otak kiri terlalu rasional, sedangkan otak kanan irasional. Semakin orang pintar terkadang semakin rasional. Agar punya pengalaman yang unik dalam pernikahan, menikahlah dengan dengan yang beda suku dan daerah asal.

Karena akan sangat unik. Kalau terjadi pertengkaran tidak akan lari ke mertua.Dengan menikah jauh itu, minimal orang semiskin-miskinnya pun akan naik bis antar kota antar propinsi. Jangan terlalu rumit-rumit menikah itu, permudahlah.

Hati-hati yang uangnya terlalu banyak dan pendidikannya terlalu tinggi, biasanya perhitungannya terlalu matematis. Bila menikah itu tidak cocok justru itu menarik karena ada tantangannya. Bila menikah itu kurang cinta, justru itu luar biasa paling menarik. Karena banyak yang pacaran lama tapi akhirnya putus. Nikah itu tinggal bersabar dan bersyukur. Jangan terlalu banyak rumus dalam pernikahan. Maka jika ingin siap menikah, sabarnya harus sangat bagus dan syukurnya pun harus sangat bagus. Orang yang sangat bagus adalah orang yang dalam posisi sabarnya sangat baik dan syukurnya sangat baik, karena dia akan bersabahat. Karena nanti masalah akan selalu ada. Kalau sabarnya sangat baik, syukurnya sangat kurang, nanti pasif terhadap masalah. Kalau sabarnya sangat kurang, syukurnya sangat baik, nanti pasif pula terhadap masalah.

Sedangkan, bila sabarnya sangat kurang syukurnya sangat kurang, maka reaktif terhadap masalah. Bila kita siap menikah mari kita nikmati segala kekurangan pasangan kita, karena latar belakangnya yang berbeda. Yang penting kita tingkatkan rasa sabar kita dan rasa syukur kita. Tidak ada masalah itu. Tidak rumit-rumit amat, biasa saja.

Bila kita memikirkan menikah itu susah, maka susah betulan. Bila kita memikirkan bahwa menikah itu mudah, maka Alloh akan memudahkannya, sebagaimana hadis qudsi "Alloh itu sebagaimana persangkaan hamba-Nya".

Keberanian itu penting. Banyak laki-laki yang minder tidak berani karena tidak ada pekerjaan, maka pihak wanita jangan terlalu menonjolkan optimalisasi dirinya. Dan kaum wanita pun harus berani menyatakan. Permasalahannya adalah yang penting gerak, bukan hanya siap-siap saja.

Oleh karena itu proklamasikan diri kita bahwa kita adalah orang yang pemberani untuk menikah.

Life Is Beautiful

Mar
04
Filed Under (Promotion) by auliahazza on 04-03-2008

Dijual tanah perkebunan :
1 SHM, luas tanah 18.830 m persegi
1 SHM, luas tanah 19.810 m persegi

Lokasi berdampingan, letak di Desa Silungkang Oso, Kotamadya
Sawahlunto, Sumatra Barat. Letak di perbukitan, sumber air (lurah
kecil) ada 4 (empat) buah.

Bisa ditanami pohon berbuah, pohon karet, dan jati.
Bekas kebun durian dan mangga serta tanaman palawija.

Harga Nego
Hubungi : 0813 99443364