Menjadi PEMIMPIN itu sangat sulit, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Manusia selalu ingin menjadi MULIA di mata Tuhan dan selalu berusaha mencapainya sampai akhir hayat.
Songket Silungkang
Ditenun Penuh Penjiwaan
Seni
dan
Budaya
Oleh
H. Nawir Said PM
Kerjasama
Pemerintah Daerah dan Perindagkop
Tebal : XVI + 55
Ukuran : 21 x 16 cm
Setting dan Lay Out : Citra Kreasindo
Cover : Riwan Dias/A. Kasyfi
Dahulu
diseluruh kampung dan pelosok Nagari Silungkang selalu terdengar suara
detak-detak orang bertenun dan kini suara itu tidak lagi membahana.
Karena itu buku ini mampu menggugah kembali anak Nagari Silungkang yang pernah berjaya dengan Tenun Tradisional Songket Silungkang. Buku ini mencoba :
Merekam kembali kemampuan orang dahulu dalam mengerjakan Tenun Songket.
Membangun
dan meningkatkan perhatian generasi muda pada kegiatan ini, menjadikan
nagari Silungkang yang berpotensi sebagai tempat wisata budaya.
Mampu merevitalisasi songket lama yang kini boleh dikatakan hampir tidak ada lagi di Silungkang.
Menjadikan Tenun Songket Tradisional Silungkang yang kaya motif dan kaya fungsi dalam kehidupan modern dewasa ini.
PROFIL PENGARANG
Nawir Said lahir di Silungkang, Sawahlunto, 27 Agustus
1937. Pada usia 5 (lima) tahun diangkat anak oleh Mamak yang bekerja
pada Pos Telegrap Telepon (PTT) dan tinggal di kota Malang Jawa Timur.
Menyelesaikan pendidikan SR, SMP dan SMA di kota tersebut. Pernah
menjadi staff Walikota Malang bagian kebudayaan qq sebagai anggota
sensor film Kota Besar Malang 1957 – 1959. Akhir 1959 pindah ke Jakarta
dan bekerja pada salah satu Perusahaan Negara “The Big Seven” yaitu
Usindo yang kemudian berganti nama menjadi Perusahaan Negara (PN) Jaya
Bhakti sampai dengan tahun 1961. Selanjutnya wiraswasta usaha
perdagangan. Sambil melanjutkan studi pada Universitas Nasional di
Salemba Jurusan SEP (Sosial Ekonomi Politik) hanya sampai tingkat dua
berhenti. Pada tahun 1984 dibawa oleh seorang sahabat bernama Daniel
Zein pada usahanya yang bergerak dibidang export barang-barang
handicraft anyaman rotan. Tahun 1985 mengikuti Frankfurt Fair di
Frankfurt Jerman. Tahun 1986 mengikuti Tokyo Fair di Tokyo Jepang.
Tahun 1987 mengikuti selling mission BPEN (Badan Pengembangan Ekspor
Nasional) Departemen Perdagangan
ke beberapa kota besar di Australia. Tahun 1989 mengikuti Exhibition di
High Point North Carolina. Tahun 1990 atas sponsor EEC (European
Economic Community) Masyarakat Ekonomi Eropa yang berpusat di Brussel
(Belgia) mendapat kesempatan mengikuti “market training”. Berawal
training di Bangkok (Muangthai) yang kemudian di approval untuk
melanjutkan training di Head Office (HO) ECC di Brussel dan mendapat
tugas survey pada market London untuk Inggris dan Hamburg untuk market
Jerman. Tahun 1992 kembali wiraswasta dan aktif dalam kegiatan
kemasyarakat dan budaya. Mengikuti seminar-seminar budaya antara lain :
Songket Palembang, Batik, Tenun dan Tradisional Sumba. Karya-karya
penulis antara lain : Sejarah Pemberontakan Silungkang 1927 (1963),
Penghulu Pemimpin Didalam Adat (2002), Perlawanan Rakyat Silungkang
Terhadap Kolonial Belanda 1927 Sumatera Barat (2005) setengah Abad KSP
Kemauan Bersama Berkiprah (2006).
Sambutan Walikota Sawahlunto
Bapak Ir. Amran Nur
Sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Permusiuman Provinsi DKI Jakarta
Ibu Ir. Aurora Tambunan M.Si.
Sambutan Gubernur Sumatera Barat
Bapak Gamawan Fauzi
Sambutan Menteri Perindustrian
Bapak Fahmi Idris
Sambutan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia
Ibu Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono
Bab I Pendahuluan
Bab II Nagari Dilingkar Bukit
Bab III Kain Tenun Songket Silungkang
Bab IV Jenis dan Ragam Hias Kain Songket Silungkang
Bab V Songket Lama dan Baru
Bab VI Penutup
Komentar Tentang Tenun Silungkang
Daftar Pustaka
Pemesanan Buku :
Gedung Pertemuan
PKS (Persatuan Keluarga Silungkang) Jakarta
Jl. Gotong Royong Kav. 13, Larangan Indah
Ciledug, Tangerang, Indonesia 15154
Phone : 62 21 7328676