Menjadi PEMIMPIN itu sangat sulit, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Manusia selalu ingin menjadi MULIA di mata Tuhan dan selalu berusaha mencapainya sampai akhir hayat.
Semenjak
tsunami di Aceh, rakyat Indonesia … mungkin … dibawah alam sadarnya
akan berlari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan diri bila
terasa gempa. Mereka akan berlari menjauh dari laut menuju ke tempat
yang tinggi. Mereka tidak peduli apakah gempa tersebut mengakibatkan
tsunami atau tidak. Yang penting lari dan lari … Jangan menoleh ke
belakang.
Walaupun
sudah diteriakin oleh kepolisian dan pejabat setempat tidak terjadi
tsunami tapi mereka tetap berlari sampai dalam posisi aman.
Tsunami
Aceh, sangat membekas dihati nurani seluruh rakyat Indonesia. Saya
sendiri saja sampai sekarang … sampai detik inipun layar itu masih
terkembang. Ditambah lagi kejadian hari Senin, 17 Juli 2006, jam
15.19 WIB di Pangandaran, Ciamis. Uggg…. lebih terkembang lagi
. Padahal saya tidak termasuk korban tsunami di kedua tempat
tersebut.
Bisa
kan kalau ada pemberitahuan gempa atau tsunami secara dini ? Ada kah
alatnya ? Adakah ? Adaaaaaaaaaaaaaaa …. Jepang aja banyak alatnya,
ditanjapkan disepanjang pantainya. Kenapa kita cuma punya 20 biji di
20 titik dari 400 titik. Kenapa ? Ga punya uang ya..?!! Banyak utang
sih.. ! korupsi sih…. !
Usul
donk, Nyumbang aja 240 juta rakyat Indonesia sebesar Rp. 1.000,- per
orang. Hitung deh berapa totalnya 240 .. nol nya 9. Kalau rakyat
Indonesia disuruh nyumbang hanya Rp. 1.000,- per orang pasti mau. Toh
untuk kepentingan mereka juga tapi dengan perjanjian GA DIKORUPSI
!!!!
