Terlahir sebagai anak tertua dari
pasangan orang tua asal Silungkang, Kab. Sawahlunto/Sijunjung, Sumatera
Barat. Lahir hari Jum’at di Jakarta, sekitar jam 11 siang, sewaktu
orang siap-siap sholat Jum’at.
Ibu suka sekali dengan nama
“Aulia”. Beliau pertama kali mendengar dari guru ngajinya di
Silungkang. Guru ngajinya ini punya anak laki-laki bernama “Aulia”.
Tahun
70-an, banyak yang bernama “Aulia” dan biasanya diberikan ke anak
laki-laki. Aulia itu artinya pemimpin. Laki-laki itu memang harus
menjadi pemimpin. Dan Bapak mengharapkan sekali anak pertamanya adalah
laki-laki.
Setelah nama depannya ketemu. Bapak mencari nama
belakangnya. Ada di Al Qur’an yaitu Azza, lengkapnya dari “Allah Azza
wa Jalla”.
Setelah anaknya lahir, rupanya yang keluar anak perempuan bukan laki-laki :p
Karena
sudah sangat suka nama tersebut .. tetap dikasih “Aulia Azza” yang
artinya Pemimpin Yang Mulia. Karena perempuan ditambahan huruf “h”
dibelakang Aulia jadi Auliah Azza.
Setelah masuk sekolah, huruf
dinama saya suka hilang baik oleh teman atau guru, untuk segala jenis
pendataan. Orang-orang suka menulisnya Aulia Azza atau Auliah Aza atau
Aulia Aza. Dan jarang yang benar. Nama panggilan pun mulai dari Lia,
Doang, Aul, dan Aja. Tapi saya tidak suka dipanggil “Lia” karena
pasaran. “Doang” atau “Aja” menurut saya nama ejekan. Saya paling
senang dipanggil “Aulia” tanpa “h” … nanti bau donk
.
Kalau di ponsel atau ngetik email sering pake “Aul” karena ga kepanjangan ngetiknya. Terus terang aja,
paling suka dipanggil “Aulia” tanpa h atau “Azza” karena kata tersebut
saya anggap doa.
Karena nama itulah saya suka diduga laki-laki.
Pernah SMP kelas 1, wali kelas saya mencantumkan jenis kelamin di
raport adalah laki-laki padahal jelas-jelas beliau tahu saya itu
perempuan
.
Saya
mengenal dunia maya. Ikutan milist. Karena tidak melihat wajah langsung
dan orang-orang masih menganggap nama Aulia itu laki-laki. Jadi saya
disangka laki-laki … “Mas”, “Pak” ![]()
Pengen sih becandain … “Kalau siang hari, jadi laki-laki, kalau malam hari, jadi perempuan” :p
Sebenarnya
saya suka sekali … suka sekali dengan nama yang diberikan oleh orang
tua saya. Orang tua saya mungkin mengharapkan anaknya menjadi pemimpin
yang mulia … ya … minimal menjadi pemimpin diri sendiri deh ….
Selain
itu, beberapa tahun ini nama Allah yang panggilannya “Allah Azza wa
Jalla” sering dipakai … wah senangnya saya … ehh nama Aul disebut …
:p

