May
27
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 27-05-2006

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Setelah lama mencari-cari jajanan yang enak di Pondok Petir, Reni Jaya, akhirnya ketemu juga walaupun belum semua.

Ada
donat enak seperti rasa Dunkin Donut tanpa bau kimia. Murah lagi, bisa
beli Rp. 1.000 per buah. Ada yang pakai coklat, coklat cream, coklat
kacang, strawberry, dll pokoknya yang di Dunkin Donut ada semua. Donat
ini ada diwarung-warung kecil. Yang paling dekat di Wartel dekat pasar
(Indah Lestari). Kalau mau beli 1 lusin murah, beberapa bulan lalu Rp.
10.000 tidak tahu sekarang harganya berapa. Orangnya datang setiap
sabtu atau minggu dan parkir dekat Wartel itu.

Di pasar Reni
ada ibu orang Palembang yang buka toko makanan kecil dekat kantor
pasar. Disana juga jualan nasi kuning … enak juga, tapi saya suka mie
goreng … enak deh. Nasi kuningnya saya suka yang ditoko dalam, rasanya
lebih mengigit.

Mie goreng yang jualan sore hari sampai
tengah malam juga enak. Orang Reni, biasa memanggilnya Mie dog-dog,
karena bunyi berasal dari kayu yang digetok sehingga berbunyi dog-dog.
Bapak ini sedia juga mie rebus, nasi goreng, kwintau (aul lupa
tulisannya). Kalau dipasar, nasi goreng yang enak kalau yang buat
pegawainya … enak banget. Ibu suka mie basah.

Bubur ayam juga enak. Letaknya di pasar. Mula-mula saya makan tidak enak, beli ke dua kalinya kok enak ya ).

Risol tanpa tepung roti yang padat berisi ada disamping seberang SD Tadika Puri. Mantap banget.

Ketupat
betawi ada di huk lapangan merah diseberang Alfamart, dekat kantor
Lurah. Tapi jangan beli makanan kecilnya ya… banyak lalat. Tapi yang
tertutup dan tidak dihinggapi lalat cuma nasi uduk dan ketupat betawi.
Bapak Aul suka beli gemblong di warung persis disamping Alfamart.
Gemblongnya enak deh.

Pecel belinya didalam pasar Reni, yang
jualan suami istri. Istrinya jualan pecel, rempeyek ebi, kacang. Nah,
rempeyeknya renyah, gurih dan enak. Suaminya jualan kue pukis.

Sate padang, biasanya yang ngider. Anehnya disediakan sambel ). Mana ada sate padang sedia sambel ). Kata “yang jualan” satenya kurang pedas …. walah ). Ada-adanya aja. Saya aja kalau makan udah pedas kok ). Tapi saya suka daging sate terasa bakarannya.

Gulai
empela Pekalongan terletak di pinggir pasar. Nama warungnya Restoran
Nasi Pekalongan. Nah, gulai ini sudah menipu tiga saudara yang pernah
mencicipi. Dikiranya, ibu yang buat padahal beli ). Kata mereka enak banget. Rasa gulainya tidak sama seperti gulai padang. Rasa ketumbar, jintan, bawang putih lebih terasa.

Kalau ketoprak, belinya disamping pasar Reni Jaya yang dekat rumah orang. Bapaknya ramah, baik juga sip deh ketopraknya.

Kalau
pesan kue kering renyah dan cake yang lembut sekaligus enak banget bisa
di sepupu Aul. Rumahnya tidak jauh dari kediaman Aul. Kuenya top habis
deh, baik cake mau kue kering. Keripik kentangnya rasa asin dan pedas
enak banget. Bahannya asli, tidak memakai yang berbahaya. Pokoknya
dijamin deh, selamat tubuh. Sudah banyak yang pesan.

Kayaknya segitu dulu, mungkin suatu saat ditambah lagi …. ) atau yang mau nambahin silakan …. sok atuh ….

Kok jadi lapar nih …. ;)

May
26
Filed Under (News) by auliahazza on 26-05-2006

A strong earthquake has struck the Indonesian island
of Java, leaving at least 15 people dead and scores injured, witnesses
and local media say.

The quake, measuring 6.2, flattened buildings in a
densely-populated area near the city of Yogyakarta on the southern
coast of the island of Java.

Witnesses said people fled as their homes collapsed around them, after the quake struck early in the morning.

Local radio said several hospitals were packed with people seeking treatment.

Electricity and communications across the city were also down, police said.

‘Massive’ tremor

The quake hit at 0554 local time (2253 GMT Friday),
around 25km (15 miles) south of the city of Yogyakarta, the US
Geological Survey (USGS) said.

   
   

            

            

       

               

               
                     
                   


People were running out in panic in their bedclothes

               
                     
                   

Brook Weisman-Ross, Yogyakarta

               
            

   
   

 

Yogyakarta, Indonesia’s ancient royal capital and
one of its biggest cities, is about 440km (275 miles) south-east of the
capital, Jakarta.

"The earthquake was felt to be massive - larger than the
locals here say they’ve felt in their lives," said Brook Weisman-Ross,
regional disaster co-ordinator for Plan International children’s
charity in Java.

"I was shaken from my bed… As furniture was falling,
concrete chunks started falling from my hotel room as people were
running out in panic in their bedclothes," he told the BBC.

He said there was extensive damage across the city and that many of the smaller, older houses had collapsed.

A witness told the Associated Press news agency he had seen three bodies under the rubble of two houses.

Reports of fatalities also came in from elsewhere.

"We have at least five people dead, but it could be
more," Wahab, a nurse at Muhammadiyah hospital, told Reuters news
agency by telephone.

The agency said it had a report of 10 dead at another hospital.

"We have no figure yet, but yes, there are several
people reported killed and hundreds of injured. We are still receiving
reports from the various subdistricts," Subiyakto, an officer with
Yogyakarta province’s police, told the AFP news agency.

Indonesia is in a zone of the Pacific Ocean known as the "ring of fire", which is prone to earthquakes and volcanic activity.

Near Yogyakarta is the volcano Mount Merapi, which
threatened to erupt earlier this month, forcing thousands of people to
be evacuated.

In December 2004, a huge earthquake off Indonesia’s coast killed hundreds of thousands of people by triggering a tsunami.

 


Are you in the area affected by the earthquake? What
have you seen? Use the form below to send us your accounts, some of
which may be published.

You can send pictures or video to yourpics@bbc.co.uk or by mms by dialling +44 (0)7725 100100. You should not endanger yourself or others, take any unnecessary risks or infringe any laws.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/5022558.stm


May
26
Filed Under (Cook) by auliahazza on 26-05-2006

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Saya punya resep, seingat saya ini
resep dari nenek Malowe (kalau salah dikoreksi ya  ;) ). Enak deh,
tapi menurut saya pedeees banget. Tapi untuk orang Silungkang pasti
ga pedes  ;)

 

Bahan :

1 ekor (1 kg) ayam
6 cabai merah
2 sdt ketumbar
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 potong asam kandis
2 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 batang serai, dimemarkan
1 lembar daun kunyit
2 lembar daun jeruk purut
1 liter santan dari  1 butir kelapa

Cara :

  1. Bersihkan ayam, kemudian
    potong-potong sesuai selera.
  2. Giling cabai, ketumbar, bawang
    merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas dan garam secukupnya
    sampai halus.
  3. Lalu masukkan dalam wajan dan
    tambahkan serai, daun kunyit, daun purut dan asam kandis. Tuangkan
    santan ke dalamnya.
  4. Aduk-aduk dan masak sampai santan
    mendidih dan jaga jangan sampai santan kental.
  5. Setelah itu masukkan potongan ayam
    ke dalamnya sambil sekali-kali diaduk sampai santan mengental.
  6. Kecilkan apinya dan masak terus
    sampai ayam matang dan kuahnya berminyak. Angkat dan hidangkan.
May
25
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 25-05-2006

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Malam minggu itu, hampir mendekati
tengah malam. Saya tersentak dari tidur. Achhh …  suara motor itu
lagi. Kenapa jam segini masih saja mengagetkan jantung … wadao saya
lemes nih jadinya. Jantung berdebar kencang. Kenapa anak itu tidak
dinasehati orang tuanya ?, “Jangan mengeluarkan suara motor yang
bikin orang kaget!”. Saya lihat TV masih menyala. Saya ambil bantal
dan selimut. Saya tinggalkan karpen di lantai. “Besok saja
dibereskan,” kata saya dalam hati. Sambil mematikan TV, saya langsung
bergegas masuk kamar dan melanjutkan tidur. Jantung saya sudah
berkurang debarannya.

 

Saya pulang ke rumah di Bekasi cuma
hari Sabtu dan Minggu. Sisanya tinggal di rumah tante di Bendungan
Hilir. Suara motor itu setiap kali tidur dirumah memang membuat
jantung saya lemes. Ibu saya pun begitu, setiap anak itu lewat
jantungnya lemes. Anak itu mengendarai motor yang sangat berisik di
pagi juga… siang juga… malam juga… tengah malam juga…
brengsek amat tuh anak.

 

Orang-orang yang sepanjang jalan yang
dilewati anak itu beserta motornya cuma bisa sumpah serapah begitu
juga kami sekeluarga. Tahukan sumpah serapah orang kaget, “brengsek”,
“mampus loe”, “ketabrak lho”, dll. Paling bagus cuma bilang
“astagfirullah”. Iya deh… knalpotnya suaranya keren habis, aspal
mulus habis. Kenapa engga dipergunakan sebaik-baiknya … Tul enggak
!. Tapi kalau merugikan orang lain ‘kan egois banget. Belum pernah
dimarahi orang kali ya tuh anak.

 

Anak itu tinggal di Blok D. Saya
tinggal di Blok C, tetanggaan sama IndoMart. Rumah saya berada di
jalan utama komplek. Postur tubuh anak itu gemuk, berkulit hitam.
Orang tuanya buka warteg di Jakarta. Setiap sore, mereka beserta
pembantunya sibuk ngupas bawang merah, bawah putih di atas got dekat
rumahnya.

 

Menurut keterangan Bapak Aul, para tetangga sudah super kesel.

 

Kira-kira satu bulan kemudian, akhirnya
ada juga tetangga meninggal dunia karena penyakit jantung. Menurut
keterangan Bapak, orang itu meninggal karena tidak berapa lama anak
gendut itu lewat. Akhirnya kejadian juga kan… Dia mencelakakan
orang ….

 

Beberapa minggu setelah itu, anak itu
meninggal dunia karena ketabrak truk di dekat UNISMA ‘45 (Universitas
Islam ‘45). Makanya jangan ngebut …

 

Tapi kita senang lho, tidak ada yang
bikin jantung lemes.

 

Sayangnya, dirumah yang baru kejadian
terulang lagi, banyak juga yang punya suara motor yang bikin jantung
lemes.

 

Nasib … Nasib ….

May
24
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 24-05-2006

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Dua hari yang lalu, dengan tiba-tiba
nongol kotak pesan di GAIM (Yahoo Messenger di Linux) memerintahkan
“tolong liatin email saya donk, udah masuk belum di milist?”.

Nah …… looooo. Saya pun terkejut.
Saat itu saya lagi ngetik. Dilihat dari IDnya perempuan. Untung
perempuan masih saya perhatikan.

Dalam hati berkata, “Siapa kamu ?
Enak aja tiba-tiba nyuruh-nyuruh, ga jelas lagi”

Saya tanya siapa kamu, milist mana ?
saya kan ikut banyak milist, subjeknya apa ?


Malah dia jawab, “Saya lihat, mbak lagi OL
di milist”. Diulang lagi “tolongnya” dia. Dan tetap saya ulang
lagi pertanyaan saya sampai tiga kali. Dari pada habis waktu saya, “Ga mau. Ga
kenal. Kamu ga gentle”. Untung saya tidak bilang “Kamu Pengecut”,
“Chicken Nugget”.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Kalau mau ditolong “OPEN” donk.


Akhirnya dikasih tahu subjek emailnya
tapi tetap tidak dikasih tahu milist apa. Dilihat dari subjeknya saya
tahu milist apa yang dimaksud setelah berusaha mengingat super keras.
Masalahnya saya ‘KAN GA INGAT SEMUA SUBJEK EMAIL. Lagipula dia itu GA
PERNAH POSTING, jadi GW GA KENAL.


Dengan cara yang diatas, saya memberi
kesimpulan orang tersebut tidak punya sopan santun, etikanya tidak
ada, tiba-tiba nyuruh. Masuk ke YM orang anggap saja masuk ke rumah
lagi bertamu. Coba bayangkan, masuk ke rumah orang tanpa “tok…tok”
langsung duduk terus minta air minum. Kan bisa diusir atau bisa
diteriakin maling atau dianggap orang gila.

Kalau terulang lagi ga perlu perempuan
atau laki-laki GW MAKI-MAKI deh, kalau perlu GW BLOCK.

 

 

May
17
Filed Under (Science) by auliahazza on 17-05-2006

<!–
BODY,DIV,TABLE,THEAD,TBODY,TFOOT,TR,TH,TD,P { font-family:"Arial"; font-size:x-small }
–>

Untuk 5 Komputer
A. INVESTASI
No. Uraian Unit Harga Sat Total
1. PC 6 3.000.000 18.000.000
2. Hub/Switch 1 2.000.000 2.000.000
3. Modem 1 500.000 500.000
4. Instalasi 5 150.000 750.000
5. Meja 6 100.000 600.000
6. Kursi 10 100.000 1.000.000
22.850.000
7. Lain-lain 15% 3.427.500
TOTAL 26.277.500
B. BIAYA BULANAN
No. Uraian Unit Harga Jumlah
1. Sewa Tempat 1 500.000 500.000
2. Listrik 1 500.000 500.000
3. Telepon 1 200.000 200.000
4. ISP (Unlimited) 1 6.000.000 6.000.000
5. Karyawan 2 400.000 800.000
8.000.000
6. Lain-lain 15% 1.200.000
TOTAL 9.200.000
C. PENERIMAAN BULANAN
Jumlah hari 30 Hari
Jumlah jam/hari 15 Jam Buka
Jumlah PC 5 Unit
Sewa/Jam 4.000
Jika dipakai 100% 9.000.000
Utilitas 25% 2.250.000
Rental 50.000
Print 200.000
Lain-lain 50.000
2.550.000

Untuk 5 komputer
Harga diatas, hanya perkiraan. Jadi harga bisa berubah-ubah.
Modal awal Rp. 26.277.500
Biaya yang harus keluar setiap bulannya Rp. 9.200.000
Pendapatan setiap bulannya Rp. 2.550.000

Jika warnet dari jam buka sampai jam selesai tidak terpakai 100%, misalnya hanya terpakai 25% (utilitas) saja artinya :
Sewa warnet Rp. 4.000 / jam ………… RUGI BANGET, pendapat dalam sebulan Rp. 2.550.000
Seharusnya sewa warnet jika ingin mendapatkan keuntungan Rp. 18.000 s/d Rp. 25.000 per JAM

Jika dari jam buka sampai selesai terpakai semua alias 100%, berarti tetap aja masih RUGI

<!–
BODY,DIV,TABLE,THEAD,TBODY,TFOOT,TR,TH,TD,P { font-family:"Arial"; font-size:x-small }
–>

Untuk 10 Komputer
A. INVESTASI
No. Uraian Unit Harga Sat Total
1. PC 11 3.000.000 33.000.000
2. Hub/Switch 1 2.000.000 2.000.000
3. Modem 1 500.000 500.000
4. Instalasi 10 150.000 1.500.000
5. Meja 11 100.000 1.100.000
6. Kursi 12 100.000 1.200.000
39.300.000
7. Lain-lain 15% 5.895.000
TOTAL 45.195.000
B. BIAYA BULANAN
No. Uraian Unit Harga Jumlah
1. Sewa Tempat 1 1.500.000 1.500.000
2. Listrik 1 800.000 800.000
3. Telepon 1 200.000 200.000
4. ISP (Unlimited) 1 6.000.000 6.000.000
5. Karyawan 2 700.000 1.400.000
9.900.000
6. Lain-lain 15% 1.485.000
TOTAL 11.385.000
C. PENERIMAAN BULANAN
Jumlah hari 30 Hari
Jumlah jam/hari 15 Jam Buka
Jumlah PC 10 Unit
Sewa/Jam 4.000
Jika dipakai 100% 18.000.000
Utilitas 25% 4.500.000
Rental 50.000
Print 300.000
Lain-lain 100.000
4.950.000

Untuk 10 komputer
Harga diatas, hanya perkiraan. Jadi harga bisa berubah-ubah.
Modal awal Rp. 45.195.000
Biaya yang harus keluar setiap bulannya Rp. 11.385.000
Pendapatan setiap bulannya Rp. 4.950.000

Jika warnet dari jam buka sampai jam selesai tidak terpakai 100%, misalnya hanya terpakai 25% (utilitas) saja artinya :
Sewa warnet Rp. 4.000 / jam ………… RUGI BANGET, pendapat dalam sebulan Rp. 4.950.000
Seharusnya sewa warnet jika ingin mendapatkan keuntungan Rp. 9.000 s/d Rp. 10.000 per JAM

Ada waktu-waktu sepi dan ada waktu ramai. Ramai dalam artian terpakai hampir 100% dari jam buka sampai jam tutup jarang terjadi.

Ada yang lupa ……… :D
Modal awal juga termasuk stabilizer/ups, printer, scanner
Untuk software :
Keterangan diatas memakai software bajakan.
Jika memakai software asli dari Microsoft, kira-kira harganya sebagai berikut :
Untuk 1 komputer memerlukan (kira-kira) :
1. Windows        Rp.   800.000,-
2. Office            Rp. 2.000.000,-
3. Scan virus      Rp.    500.000,-
4. Mirc                  Rp.    300.000,-
5. Billing              Rp.     500.000,-
TOTAL               Rp.  4.100.000,-

Hmmm…. terus tidak tahu software apa lagi yang harus bayar kalau dipakai warnet. Kalau pake windows, semuanya harus software yang menyertainya harus yang asli, kalau tidak nanti kena SWEEPING, denda Rp. 50 juta dan penjara 7 tahun serta semua komputer disita.

Jadi kalau 5 komputer jadi = Rp. 4.100.000,- x 5 buah komputer = Rp. 20.500.000,-

Kalau memerlukan Photoshop @ Rp. 7 juta s/d Rp. 10 juta

Jika memakai LINUX biayanya murah, bisa didownload di internet, FREE atau beli cdnya cuma @ Rp. 15.000,- s/d Rp. 20.000,- di GUDANG LINUX

Kalau pake LINUX, udah semuanya ada softwarenya dari sejenis Photoshop (GIMP), Chatting (Xchat, dll), Games, Office (OpenOffice) …. pokoknya banyak deh fasilitasnya … terus BEBAS VIRUS lho ;) and BEBAS SWEEPING ;)

Sumber Perhitungan : Winarto YISC Al Azhar

May
16
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 16-05-2006

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

_41409395_cloud_afp416

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Ribuan
orang telah meninggalkan daerah di sekitar lereng Gunung Merapi di
saat gunung memuntahkan lava, batu dan awan panas.

_41409393_binocs_afp416Beberapa penduduk di luar daerah bahaya melihat kepulan asap panah dari Merapi dengan memakai teropong.

_41409391_truck_ap416Lebih dari 4.500 orang yang hidup di desa-desa di lokasi terdekat dengan kawah Merapi sudah dievakuasi ke penampungan darurat.

_41409397_evacuation_ap220Ribuan orang telah meninggalkan daerah di sekitar lereng Gunung Merapi di saat gunung memuntahkan lava, batu dan awan panas.




_41409399_farmer_afp416Banyak penduduk yang terancam bencana adalah petani yang hidup dari tanah dan hewan ternak mereka.

_41409401_lava_ap416Status Merapi dinaikkan menjadi awas, status tertinggi yang menandakan keadaan sangat berbahaya.




Sumber :
http://www.bbc.co.uk/indonesian/inpictures/story/2006/05/060515_merapi.shtml

May
14
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 14-05-2006

September 2002/INTISARI

Suatu
sore awal Agustus di Kelurahan Pondok Petir, Sawangan, Depok, tak
sampai 50 km dari pusat kota Jakarta. Sekelompok remaja laki-laki
bermain sepakbola dilapangan depan kantor kelurahan. Cuaca agak gelap
karena mendung. Maklum. Sekalipun wilayah lain kekeringan, di desa itu
– dan wilayah lain di Depok – masih sering turun hujan. Haji Ahmad,
seorang tokoh desa yang bertahun-tahun menjabat Ketua RT sampai
dijuluki “RT Ahmad”, yang rumahnya juga menghadap lapangan itu,
berteriak menyuruh anak-anak berhenti. Mereka pun menurut. Seperti
biasanya, ketika hujan, petir pasti menyambar-nyambar.

Begitulah
kebiasaan masyarakat. Sekalipun nama desanya Pondok Petir, mereka punya
kearifan tradisional untuk segera mengamankan diri ketika ada ancaman
petir.

“Seingat saya di desa ini belum pernah ada orang yang
mati kesamber petir”, kata H. Ahmad (57), warga asli Pondok Petir.
“Memang ada, orang lagi di sawah terus di sebelahnya ada ledakan karena
sambaran petir, dia jatuh, terus lari, kesamber lagi, jatuh lagi. Tapi
enggak sampai mati tuh. Orangnya masih hidup sampai sekarang”.

Ayah
tiga anak, kakek tujuh cucu, yang sehari-hari mengelola warung
kebutuhan rumah tanggal itu tak tahu pasti asl-muasal desanya disebut
Pondok Petir. Ia menduga, itu karena sejak masa lampau petir sering
menyambar desanya. “Sebab kata tetua dulu, dan pengalaman saya juga, di
sini petirnya banyak dan galak-galak”.

Menurut Ahmad, petir di
desanya selama in hanya menyambar bangunan, lingkungan, dan harta
benda. Telepon dan pesawat televisinya beberapa kali rusak. Pohon
tumbang, juga sawah yang sampai terbelah. “Kalau bangunan, yang paling
besar ya bangunan sekolah yang hancur separoh. Kayunya berantakan kagak
berbentuk. Kalau enggak salah itu kejadian tahun 1957”, sambung Pak
Haji yang menjabat Ketua RT dari tahun 1973 sampai 1997. Kelurahan
Pondok Petir terdiri atas dua dusun, empat RW dan 13 RT.

Nasihat
orang tua yang masih diingatnya, ketika hujan cepat-cepat masuk rumah.
Kalaupun berteduh di bawah pohon, misalnya, tidak boleh memegang pohon.
Di rumah pun harus naik ke atas kursi atau balai-balai, tidak
membiarkan kaki terjuntai ke bawah. Apakah karena nasihat selalu
dituruti, dan apakah karena itu di desa yang kekuatan petirnya
terbilang terbesar di dunia, petir tidak pernah memakan korban manusia
? Barangkali di dalam kearifan tradisional yang diikuti warga Pondok
Petir terkandung juga cara menyamakan perbedaan potensial, terutama
ketika aliran listrik yang terbawa petir melompat buat mencari
persamaan potensial.

Tulisan : Mayong S. Laksono

May
14
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 14-05-2006

September 2002/INTISARI

Petir
berarus listrik terbesar di dunia terdapat di Depok, Jawa Barat. Banyak
korban berjatuhan. Lingkungan, manusia, harta benda, dan peralatan
rumah tangga. Tapi persoalan tentang petir memang kompleks, tidak bisa
hanya ditangani oleh PLN semata.
Cukup mengejutkan berita di Warta Kota edisi 22 Juli 2002 : “Petir
Depok Terganas di Dunia”. Harian metropolitan Jakarta dan sekitarnya
itu mendasarkan pada temuan ahli petir, peneliti pada Laboratorium Arus
Tinggi dan Tegangan Tinggi Jurusan Teknik Listrik Fakultas Teknik
Industri ITB, Dr. Ir. Dip. Ing Reynaldo Zoro.

Penelitian
yang disponsori PLN Cabang Depok, pada bulan April, Mei dan Juni 2002,
dengan menggunakan teknologi lighting position and tracking system
(LPATS), itu untuk mengenali perilaku petir di wilayah kota di selatan
Jakarta. Tak disangka, Zoro mendapati arus petir negatif berkekuatan
379,2 kA (kilo Ampere) dan petir positif mencapai 441,1 kA.

“Sejauh
pengetahuan saya, itu terbesar di dunia. Dengan kekuatan arus sebesar
itu, petir mampu meratakan bangunan gedung yang terbuat dari beton
sekalipun”, kata Zoro kepada Warta Kota. Selama ini, Indonesia memang
dikenal sebagai negara dengan sambaran petir cukup tinggi. Dalam
wawancara dengan majalah ini (Intisari Desember 2000), Zoro
menjelaskan, kondisi meteorologis Indonesia memang sangat ideal bagi
terciptanya petir. Tiga syarat pembentukan petir – udara naik,
kelembaban, dan partikel bebas atau aerosol – terpenuhi dengan baik di
Indonesia sebagai negara maritim.

Selama ini, penelitian Zoro
dipusatkan di kawasan Tangkuban Perahu, Jawa Barat, dengan anggapan di
daerah itu sambaran petri cukup besar. Tak dinyana, penelitian mutakhir
justru menemukan daerah Depok, khususnya selatan seperti Sawangan dan
Cinere. Menurut Zoro, Depok merupakan daerah yang dipengaruhi angin
regional dan angin lokal. Yakni angin dari lembah dan angin gunung dari
Bukit Barisan, serta angin lokal dari angin darat dan angin laut
Kepulauan Riau dan Selatan Malaka. Gerakan angin itulah yang
menyebabkan pembentukan awan petir dengan kerapatan dan sambaran petir
sangat tinggi.

Hari Guruh Terbanyak Di Dunia

Dalam
Intisari Desember 2000, Zoro mengibaratkan Bumi sebagai kapasitor.
Antara ionesfer dan Bumi, jika langit cerah, ada arus listrik yang
mengalir terus-menerus, dari ionosfer yang bermuatan positif ke Bumi
yang bermuatan negatif. Tapi Bumi tidak terbakar, karena ada awan petir
yang bermuatan listrik positif maupun negatif sebagai penyeimbang.
“Yang positif turun ke Bumi, dan yang negatif naik ke ionosfer,” kata
Zoro.

Ketika langit berawan, tidak semua awan adalah awan
petir. Hanya awan cumulonimbus yang menghasilkan petir. Petir terjadi
karena pelepasan muatan listrik dari satu awan cumulonimbus ke awan
lainnya, atau dari awan langsung ke Bumi.

Dalam terminologi
Perusahaan Listrik Negara (PLN), instansi yang paling sering menanggung
kerugian karena petir, sambaran dibedakan menjadi tiga jenis yang
semuanya didata. Selain sambaran positif dan sambaran antarawan, ada
juga sambaran negatif, yakni lompatan listrik dari Bumi ke ionosfer.

Dalam
catatan PLN Depok, sepanjang tahun 2001 terjadi 340 kali sambaran
positif, 8.520 kali sambaran negatif, dan 1.151 sambaran antarawan.
Kekuatan maksimum yang tercatat 290,2 kA. Sambaran negatif yang
jumlahnya jauh lebih tinggi daripada sambaran positif atau antarawan,
diduga karena kandungan besi tanah di Depok terbilang tinggi. Seorang
staf PLN Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa
Bali (UBS P3B), Cinere, menerangkan, “Penelitian ahli geologi UI
beberapa tahun lalu pernah mendapati tingginya kandungan besi di
sekitar Depok, khususnya di danau buatan di Kampus UI. Mungkin temuan
itu ada hubungannya juga, karena di musim hujan petir di sekitar danau
sangat kuat.”

Menurut Zoro, sambaran petir di Depok terjadi
hampir sepanjang tahun. Yang tertinggi pada bulan Maret, April, dan
Mei, atau pada musim hujan. Sambaran agak mereda di bulan Februari.
Warta Kota juga mengutip data yang didapat pada laboratorium yang
dipimpin Zoro di ITB, Jaringan Deteksi Petir Nasional, bahwa Indonesia
memiliki hari guruh (hari terjadinya petir dalam setahun) 200 hari.
Sementara Brasil 140 hari, Amerika Serikat 100 hari, dan Afrika Selatan
60 hari.

Menekan Kerugian

Penelitian
Zoro di Depok, semula ditujukan semata-mata untuk mengenali kekuatan
dan karakter petir. Karena setiap kali PLN UBD Jawa Barat dan Banten,
Area Pelayanan Jaringan Depok, menderita kerugian akibat sambaran
petir. Trafo terbakar, jaringan putus, pemadaman listrik sehingga
sejumlah KWh tak terjual, sampai peralatan elektronika rumah tangga
rusak dan konsumen mengadukan ke PLN.

“Keluhan konsumen dan kerusakan instalasi PLN, 75% disebabkan oleh petir”, kata Ir. Hadi Suhana, kepala PLN Depok.

Sebelum
dilakukan pengamanan, dalam sebulan dipastikan tujuh-delapan trafo PLN
rusak. Untuk memperbaikinya dibutuhkan biaya Rp. 120 juta – Rp. 150
juta. Selain itu, PLN Depok juga kehilangan (KWh yang tidak terjual)
sekitar 0,5% pendapatan dari hasil penjualan, atau sekitar Rp. 150 juta
akibat padamnya listrik.

Secara keseluruhan, menurut Hadi
Suhana, kerugian akibat petir dalam tahun 2001 senilai Rp. 1,1 miliar,
dan kerugian karena kerusakan trafo Rp. 1 miliar. Atas rekomendasi
Zoro, PLN Depok melakukan langkah pengamanan sehingga kerugian bisa
ditekan. Sampai semester perama 2002, menurut catatan Hadi, kerugian
karena petir Rp. 373 juta, dan kerugian karena kerusakan trafo Rp. 264
juta. “Dalam persentase, kalau biaanya kerugian tahunan di atas dua
digit, dari semester pertama tahun ini sudah terlihat, itu bisa ditekan
hingga 9,8%”, tambah Hadi.

Pengamanan yang dilakukan adalah
memasang arrester alias “penangkap” petir untuk menyamakan perbedaan
potensial listrik yang dibawa petir dengan tanah, melakukan perbaikan
grounding alias pentanahan, serta pemasangan kawat tanah.

Tentu
saja, proses itu akan memakan waktu dan dana yang tidak sedikit. Betapa
dicakupan area pelayanan jaringan yang mencapai luas 60 x 60 km2,
memiliki sekitar 320.000 pelanggan dengan pertumbuhan tahunan sekitar
10% yang mengambil listrik dari 47 feeder (semacam gardu sebagai
kepanjangan pembangkit listrik), bentangan saluran udara tegangan
menengah (SUTM) mencapai 429 km, itu terdapat ribuan titik yang setiap
titiknya memerlukan tiga buah arrester.

“Sampai akhir Desember
nanti, target kami dalam pemasangan arrester, grounding dan kawat tanah
adalah 5.000 titik. Pemasangannya secara selektif, pada titik rawan
petir yang ditunjukkan oleh serveinya Pak Zoro”.

Hadi dan
seluruh stafnya sadar, upaya yang mereka lakukan ada batas maksimalnya,
yang belum tentu sanggup mengatasi persoalan secara total. Yang
memprihatinkan, Hadi bilang, adalah ketersediaan arrester. Perangkat
yang dipakai selama ini adalah tipe nonlinier yang kinerja maksimalnya
pada kekuatan 10kA.

“Walaupun tak semua titik akan disambar
petir berkekuatan ratusan kA, tetap saja rata-rata petir kita amperenya
besar. Jadi yang sekuat-kuatnya arrester, pasti lifetime-nya pendek”.

Bukan Cuma tanggung jawab PLN

Petir,
peristiwa yang merupakan bagian dari sirkuit global, adalah persoalan
yang cukup kompleks. Hadi Suhana menekankan, masalah petir ini terlalu
besar kalau hanya ditangani oleh PLN. Maka tak sekali-dua pihaknya
melakukan penyuluhan, pengawasan, dan pendidikan masyarakat walau tidak
secara langsung. Misalnya mengajarkan cara pentanahan yang baik bagi
pembangunan rumah, juga aneka petunjuk pengamanan lainnya.

Termasuk
didalamnya misalnya menjelaskan bahwa penerangan jalan umum (PJU)
bukanlah tanggung jawab PLN, tetapi pemerintah daerah. Sehinga tidak
setiap kali kerusakan perangkat rumah tangga harus komplain ke PLN.

Sesekali
dalam perbincangan dengan masyarakat, staf Hadi menjelaskan, petir
menyambar karena mencari persamaan potensial. Petir yang menyambar ke
tanah, jika tidak menemukan potensial yang sama, akan keluar lagi
mencarinya. Yang dicari apa saja yang bersifat sebagai konduktor. Bena
atau makhluk hidup seperti manusia.

Makanya, jika suatu saat
Anda kebetulan berada di dekat petir, segerelah rapatkan kedua kaki.
Sebab kaki yang terbuka aka membedakan potensial dan memungkinkan arus
listrik petir melompat diantaranya.

Tulisan : Mayong S. Laksono

May
13
Filed Under (Science) by auliahazza on 13-05-2006

Jakarta,
Lampost Online -

Benar-benar edan! Anak-anak SD sekarang ternyata sudah
banyak yang mengenal pornografi. Banyak media yang bisa mereka akses
untuk menikmati gambar atau adegan syur itu, salah satunya handphone.
Jadi bagi orangtua, waspadalah!

Survei yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati selama tahun 2005
ada 1.705 anak kelas 4-6 SD di Jabodetabek yang mengaku sudah kenal
pornografi.

Hal itu diungkap Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Ridwan dalam
diskusi ‘Selamatkan Anak Indonesia’ di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka
Barat, Jakarta, Kamis (11/5/2006), survei dilakukan terhadap anak-anak
di 134 SD.

Mereka disodorkan lembar pertanyaan yang sangat vulgar, namun dengan
bahasa yang diperhalus. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagian
besar seputar reproduksi.

Dari survei tersebut diketahui, sebanyak 20 persen mengenal
pornografi dari situs internet, 25 persen dari handphone, 2 persen dari
film dan TV, 12 persen dari film VCD/DVD, 17 persen dari novel atau
cerita, 12 persen dari majalah, koran atau tabloid sebanyak 3 persen,
dan lain-lain 9 persen.

Sementara untuk tempat-tempat mereka mengakses materi pornografi
sebagian besar, yakni 35 persen di rental VCD/internet, rumah sendiri
25 persen, rumah teman 22 persen, dan lain-lain 18 persen.

"Karena itu saya sangat mendukung disahkannya RUU APP untuk meminimalisir masalah ini," tegas Elly.

Lembaga Sensor Internet

Sementara itu ahli telematika dari Masyarakat Telematika, Mas
Wigrantoro Roes Setiyadi, mengusulkan agar pemerintah menerbitkan
regulasi mengenai internet untuk membatasi akses pengguna internet
terhadap situs-situs porno.

Di Indonesia saat ini terdapat 2.500 host server. Setiap host server dapat menyimpan ribuan situs-situs porno.

"Sekarang juga situs porno yang dulunya hanya bisa diakses oleh
orang-orang pengguna kartu kredit, tapi sekarang banyak yang gratis
atau bebas," katanya usai diskusi.

Ia mengusulkan agar pemerintah membentuk badan yang mengawasi konten
internet atau lembaga sensor khusus internet. "Seharusnya ini dimuat
dalam PP," katanya.

Selain itu pemerintah harusnya mewajibkan internet provider memasang
software khusus yang bisa memfilter situs-situs porno tersebut.

Akan tetapi, karena ini baru sebatas usulan, dia juga menganjurkan
beberapa usulan konkret yang bisa dilakukan masyarakat, antara lain
internet dipasang di ruang terbuka, membuat kesepakatan dengan anak
mengenai situs yang boleh dibuka atau tidak, dan orangtua harus
menemani selama anak mengakses internet. (umi)(wsh)

Sumber
http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=880