Menjadi PEMIMPIN itu sangat sulit, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Manusia selalu ingin menjadi MULIA di mata Tuhan dan selalu berusaha mencapainya sampai akhir hayat.
Alhamdulillah, rumah yang sekarang tidak banjir disaat musim hujan. Rumah yang dulu di komplek Margahayu Bekasi Timur, BANJIR. Beberapa waktu lalu, pernah masuk di TV 7. Hari Jum’at kemarin waktu Bapak ke Bekasi, mampir ke Margahayu sekitar jam 2, air belum surut.
Kenapa banjir ?, BANYAK YANG BUANG SAMPAH DIKALI !!!! Digorong-gorong rel kereta api di Jl. Ir. H. Juanda itu penuh sama bekas BOTOL AQUA, malah pernah ada KASUR KAPUK tak jauh dari gorong-gorong tersebut. HAYO… SIAPA YANG RUGI !!. Terus, semua air dibuang ke MARGAHAYU. Dari TOL, dari Perumahan diseberang TOL, Waduk DEPSOS kalau airnya penuh buangnya ke MARGAHAYU, dari daerah KAVLING juga buang airnya ke kali MARGAHAYU ….
Udah kebayang kan repot dan capeknya membereskan rumah dari segala kotoran bekas banjir. Pernah sudah bersih semua, hujan datang lagi dan banjir lagi … duh …. bersihin lagi … Sekarang hujannya terus menerus dan lebat sekali … pasti surut air lama.
Alhamdulillah. Gpp kalau rumah sekarang didaerah Petir Terganas, kan ga capek ngebersihin, ga kena cacingan, ga ada ular nyasar, ga bau lembab, perabotan ga cepat lapuk …
ALHAMDULILLAH …. MERDEKA Deh !!!!
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Gede
itu merupakan kakak yang baik, dia penuntut, sabar, arif, mengalah,
penyayang, low profile, penjaga rumah yang baik dan selalu kalah bila
rebutan cewek. Si Kecil, emosian, ga sabaran, mau menang sendiri,
cepat tersinggung, harga dirinya tinggi, ga boleh disentuh kaki
belakangnya … nanti dia marah lho dan sialnya tikus adalah temannya
juga.
Tapi
yang sama dari mereka, mengerti kalau saya lagi sedih, ga pernah
kenyang, tahu aturan, cerdas, tahu jam makan, selalu ingin tidur
di kasur, tahu bantal empuk, senang berselimut ria, suka becanda,
mengerti seakan-akan tahu omongan manusia.
Sayang
si Gede umurnya tidak lama, sekitar usia 5 / 6 tahun, dia ketabrak mobil … AGAIN dan yang
terakhir ini menyebabkan kematiannya. Padahal saya udah bilangin
berkali-kali, kalau nyebrang itu tengok kanan dan kiri walaupun ada
cewek diseberang. Saya ga dikasih tahu matinya, langsung dikubur sama
Bapak dan Ande dengan alasan ga mau kerjaan aul terganggu
..huaaahuaaaa huaaa … Pasti matinya gara-gara ngejar cewek yang
diseberang.
Kenangan
yang paling manis waktu saya pulang cuma 1 minggu sekali. Kata Ande,
waktu saya pergi ke Bendhil, Gede pun pergi dan baru pulang hari
Sabtu malam .. pas saya pulang juga. Rupanya dia dengar suara saya
… waduh sambil berlari dia ribut sekali. Saya gendong, tiba-tiba
dia mencium pipi …. :)) gw kaget … lihat mukanya … muka penuh
rindu …. :)) … pipiku BASAH …
Sedangan si Kecil dibuang ke Pasar Baru Bekasi karena ada orang hamil dirumah. uaaaaahhh …. uaaaaaaaaaaaaa Tapi yang buang bukan saya … Bapak dan Ibu …. kalau saya yang buang, ga tegak … pasti nangis bombay deh .. :(. Maaf, ya Kecil terpaksa sekali.
Keterangan :
Ande = Ibu (Bahasa Silungkang)
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Merupakan
kebahagian melihat gunung dari kejauhan, warna biru ditimpali warna
putihnya awan. Bila berdiri pagi hari antara pukul 5.30 WIB s/d 6.30
WIB ditrotoar Jl. Ki Mangunsarkoro, Margahayu, Bekasi Timur akan
terlihat puncak gunung yang terletak di Bogor tapi dengan syarat
cuaca cerah ceria. Dan bisa juga terlihat jajaran gunung dari jalan
tol layang Cawang … hmm tapi tidak setiap hari bisa melihat gunung
tersebut … yahhh tergantung situasi alam digunung itu.
Kalau
di Villa Pamulang dan Perum. Bumi Mentari, Pondok Petir Sawangan
Depok. Gunung akan terlihat besar. Tanggal 23 Januari 2006, dipagi
hari sekitar jam 7 pagi, sengaja melewati daerah tersebut akan nampak
sebagian gunung diliputi awan putih tebal, sebagian lagi menampak
diri dengan warna biru, saat itu langit cerah ceria disinari matahari
pagi yang hangat.
Norak
selanjutnya adalah KERETA API. Pernah sengaja menunggu kereta api
lewat setelah terdengar bunyi bahwa kereta api datang. Walaupun belum
terlihat di ujung pandangan, saya akan menanti dengan setia. Setelah
muncul, saya senang sekali dan akan saya lihat sampai tidak terlihat
lagi di ujung pandangan.
Saya
tidak masalah bila macet karena menunggu kereta api lewat, merupakan
sesuatu kebahagian melihat benda yang panjang itu melintas dihadapan.
Hal
tersebut diatas terjadi sebelum saya naik kereta api. Setelah
merasakan naik kereta api, saya tidak pernah lagi menanti kereta api
yang lewat, kapok. Naik benda yang panjang itu tidak menyenangkan,
mandi keringat, empet-empetan, jorok, kumuh itu (kalau kelas ekonomi). Kalau mau turun di
stasiun yang diinginkan harus menengok keluar “sudah sampai manakah
kita?” juga jika mau turun, bingung deh turun dari sisi kanan or
kiri … solusinya saya ikutin orang yang didepan terus jalannya
harus cepat karena setiap stasiun berhentinya cuma sebentar. Masuk
pun begitu … pokoknya naik kereta api itu tidak lebih dari pada naik bus.
Itulah 2 norak yang sudah terpenuhi. Gunung adalah norak yang menyenangkan dan kereta api sudah tidak menyenangkan lagi.
&lt;!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–&gt;
Paling
menyebalkan kalau janji dengan memakai kata pagi, malam, siang, sore
karena jamnya ga pasti. Pasti saya akan bertanya lagi, sorenya jam
berapa ? sore itu kan dari 3 sampai dengan 6. Malam dari jam 6 s/d
menjelang subuh. Begitu seterusnya. Uh.. mengesalkan. Ada teman saya
kalau janji pasti memakai kata diatas. Kalau saya tanya lagi jam
berapa ? Kata dia pokoknya sore dech atau pagi dech. Kalau sudah
begitu saya cuekin aja, mau datang kek, ga datang memangnya gue
pikiran. Paling-paling saya jawab lagi "iya dech sore or iya
dech malam" or "terserah" dstnya or saya diam aja.
Kalau pas dia datang tapi saya lagi sibuk … biarin aja dia
nunggu, salah sendiri kenapa ga pakai waktu angka, jadi saya kan bisa
membagi waktu dan diplanning.
Saya juga tidak suka kalau
memakai kata ba’da. Pernah saya janji dengan teman. Katanya akan
datang habis ba’da zuhur, janji disuatu tempat. Padahal saat bedug
zuhur belum pulang kerja akhirnya minta izin. Sepengetahuan saya
kalau ba’da itu habis bedug langsung sholat. Rupanya dia datang
sekitar jam setengah 3, hampir menjelang ashar. Katanya kalau ba’da
itu ya setelah saya sholat, waktu sholatnya jam berapa terserah saya.
Gondok gue …
Tau tidak kalau saya sudah minta izin pulang
duluan dari tempat kerjaan, nunggu sampai 2 jam lebih. Untungnya saya
bisa cari kesibukan dengan menyimpan kekesalan. Sebenarnya pengen
ditinggalin aja, tapi ga tega sich …
Semenjak itu dan
sampai sekarang saya tidak akan pernah janjian dengan memakai kata
ba’da, sore, malam, pagi siang .. GA JELAS. Pake angka .. 1 … 2 …
3 aja. Ga apa-apa kalau nanti telat atau tidak sesuai dengan angkanya
…. yang penting ada kepastian.
Janganlah kecewa
Bila aku mengatakan kau adalah sahabatku
Janganlah marah
Bila ku katakan kau adalah temanku
Aku tidak mau orang lain merampas dari sisiku
Aku tidak mau orang lain berbuat jahat terhadap kita
Aku tidak mau orang bercerita tidak benar tentang kita
Kita tentu tidak tahu berapa banyak yang iri pada kita
Kita tentu tidak tahu berapa banyak orang yang terluka karena kedekatan kita
Maafkan …
Biarlah hanya kita yang tahu
Biarlah Tuhan yang tahu
Orang lain tak boleh tahu
Biarlah mereka mereka-reka
Janganlah marah …
Kau selalu yang tersayang bagi ku