Menjadi PEMIMPIN itu sangat sulit, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Manusia selalu ingin menjadi MULIA di mata Tuhan dan selalu berusaha mencapainya sampai akhir hayat.
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Si
Gede
Dia
menangis keras ditaman dekat rumah. Tangisnya membuat bising udara.
Wajah cantiknya menarik perhatian saya. Waktu saya dekatin, tangisnya
semakin keras. Sayang, saya tidak mengerti arti tatapannya. Saya cuma
mengerti kalau dia terpisah dari ibunya dan kelaparan. Saya angkat.
Saya dekap agar hangat, tangisnya rada mereda. Sambil berjalan ke
arah rumah, saya berusaha mendiamkan agar tangis berhenti … hmm …
tidak berhasil.
Sesampainya
dirumah, saya membuat susu hangat untuk dia. Dia meminumnya dengan
cepat. Ups … hati-hati nanti keselek. Lapar sekali dia. 2 gelas
susu habis dengan cepat. Tak berapa lama, dia sudah dimandikan dengan
wangi shampoo orang dewasa. Akhirnya dia tertidur dengan nyenyaknya.
Ahhh … wajahnya terlihat tenang. Cukup lama dia tertidur. Dia beri
nama si Kuning karena bulunya kuning dengan ekor pendek.
Beberapa
bulan kemudian.
Dia
tambah ganteng, cantik, lincah, lucu, manja, pintar, bandel, sangat
sayang sama saya. Kadang-kadang saya kasihan lihat dia bermain
sendiri apalagi kalau saya sibuk dan capek sepulang kerja, tidak bisa
main bersama.
Dia
perlu teman sepantaran minimal umurnya tidak terlalu jauh ….
Si
Kecil
Tak
lama kemudian di taman yang sama (taman itu kayaknya tempat
pembuangan) terdengar tangisan yang menyayat hati. Wah, again …
saya cari dimana datangnya suara itu. Ketemu … ada disuatu sudut
… cantik sekali, matanya meruncing ke atas, saya baru lihat mata
seperti itu. Warna bola matanya orange. Dia ini lebih bandel …
takut-takut dia menghampiri saya. Saya dekap dan bawa pulang ke
rumah. Saya beri susu hangat, dimandikan dan dia tidur. Dia beri nama
si Putih karena bulunya putih dan berekor pendek.
Gede
tidak keberatan ada makhluk baru dan mereka bermain bersama.
Akhirnya
saya mengganti nama mereka untuk si kuning adalah Gede dan si putih
dengan nama si Kecil.
To
Continued …. kalau sempat
&amp;amp;amp;amp;amp;lt;!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–&amp;amp;amp;amp;amp;gt;
&amp;amp;amp;amp;amp;lt;!–
BODY,DIV,TABLE,THEAD,TBODY,TFOOT,TR,TH,TD,P { font-family:&amp;amp;amp;amp;amp;quot;Arial&amp;amp;amp;amp;amp;quot;; font-size:x-small }
–&amp;amp;amp;amp;amp;gt;
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Rasanya
mau muntah, jijik kalau keyboard udah dekil, hitam-hitam, ada
remah-remah makanan. Mouse lengket, berminyak, berkeringat. Layar
monitor banyak sidik jari … merusak pemandangan aja.
Biasanya
setiap 6 bulan sekali bersih-bersih. Bersih-bersih keyboard, monitor,
kabel. Bersih-bersih ini bisa dilakukan sendiri tanpa tukang service
komputer dengan syarat punya pembersih khusus komputer (cairan warna
biru, biasanya 1 dirijen kecil seharga 20.000 rupiah, bisa ditawar),
lap halus, kanebo, kuas ukuran sedang atau kecil (belilah yang
berbulu halus), kalau perlu masker untuk penutup mulut dan hidung.
Untuk
layar monitor dan mouse dibersihkan dengan kanebo setiap pagi hari.
Saya tidak tahu apakah diperbolehkan. Yang jelas layar monitor dan
mouse saya sampai saat ini tidak apa-apa.
Untuk
keyboard harus mempunyai waktu khusus karena harus dibongkar
tombol-tombolnya. Biasanya mencongkel tombol-tombol itu dengan obeng
kecil min dengan hati-hati sekali. Kalaupun akhirnya tergores,
biasanya sisi tombol … hmm tapi gpp, jarang terjadi kok dan
keyboardpun masih bisa jalan. Susunlah tombol-tombol tersebut sesuai
posisinya yang asli ditempat terpisah dan bersihkan dengan cairan
khusus untuk komputer. Papan keyboardnya dibersihkan dengan kuas
ukuran sedang atau kecil dari kotoran.
Untuk
mouse, bukalah bautnya, hapalkan posisi papan yang berisi transistor,
bersihkan rodanya dengan cairan. Nah, kotoran diroda ini yang suka
menghampat laju jalannya mouse. Jadi kalau macet jangan dibanting.
Cara cepat : buka penutup rodanya, lepas bolanya dan bersihkan
rodanya dengan kuku setelah itu cucilah tangan Anda. Jika tidak
sempat mencuci tangan dan sedang berada di warnet atau rental
komputer, jangan menggosok hidung dan mata, makan, memasukan jari ke
mulut apalagi cari harta karun dihidung.
Setelah
bersih tombol-tombol keyboard, lanjutkan ke monitor (cukup diluarnya
saja), kabel-kabel atau menurut Anda sudah kotor …. bersihkan.
Kalau
CPU berwarna putih dan tidak luntur warnanya, bersihkan juga. Untuk
mengetes apakah warna cat tidak luntur, cobanya sedikit ditempat yang
tidak terlihat.
Ups,
ada yang ketinggalan. Selama membersihkan komputer jangan terhubung
dengan listrik … nanti kesetrum :D.
Nah,
setelah selesai semua dan menurut Anda sudah bersih, coba perhatikan
dan duduk dengan manis didepan komputer …. bagaimana … nyaman
bukan ??… dan pasti orang-orang yang melihatnya akan bertanya “Baru
beli komputer baru ya ?”
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Paling
enak kalau pulang kampung bareng-bareng sama keluarga,
saudara-saudara apalagi perginya sama orang sekampung yang tinggal di
Jakarta. Seru habis. Seperti 3 tahun lalu, dengan 6 bis besar dan
disambut sama Pak Walikota Sawahlunto/Sijunjung dan orang sekampung.
Kayak pejabat tinggi.
Kami
berangkat hari ke 2 Lebaran. Rame sekali gedung pertemuan kami,
dipenuhi sama pengantar dan yang mau pulang. Beraneka ragam
penampilan orang dan banyaknya barang yang dibawa. Waktu itu hari
masih pagi. Saya dapat bis no. 2. Naik bis Blue Bird, bagus, bersih,
ACnya dingin, tempat duduknya enak. Duduk sama ibu separuh baya.
Pada saat itu untuk pertama kalinya pulang kampung sendiri, menjawab
tantangan Bapak bahwa saya ga berani pulang kampung sendirian.
Maklumlah kalau pulang kampung keseringan sama ortu, adik-adik,
sepupu-sepupu dari pihak ibu atau keluarga bapak.
Ibu
memberi bekal beberapa nasi dibungkus daun pisang yang sudah
dipanaskan terlebih dahulu dan diberi minyak goreng agar tidak cepat
basi, tidak lupa beberapa bungkus biscuit Roma, rendang, ayam balado,
semuanya untuk 2 hari. Saya juga membawa air minum besar 2 botol,
sedotan, handuk kecil, 1 buah piring melamin, 1 gelas minuman
tupperware, sendok makan dan sendok garpu, sapu tangan, tissue. Timba
yang berisi sikat gigi, odol, sabun, selimut besar, 1 bungkus kantong
plastik warna hitam, kaos kaki, baju hangat, bantal kecil, sisir,
minyak kayu putih, mylanta. Saya memakai pakaian yang enak dipakai,
ga ribet dan penting pake sendal jepit. Beberapa lembar uang untuk
persediaan untuk membeli nasi bila persediaan sudah habis or udah
basi. Untuk baju semuanya ada ditas besar yang sudah ditaruh
dibagasi.
Kalau
naik mobil pribadi, tambahan bawaannya yaitu 6 bantal besar, pisau,
golok, kayu panjang, termos besar, buah-buahan, tikar, kasur besar
yang bisa lipat. Hmmm … seperti seisi rumah ingin dibawa kecuali
sofa dan tempat tidur .. hehehehe.
Untuk
senjata tajam yang dibawa, karena daerah Lahat dan Tebing Tinggi
adalah daerah yang sangat berbahaya. Untuk menghindari kejadian yang
tidak diinginkan didaerah tersebut, lewatnya jangan malam hari.
Karena perampok, bajing loncat merajalela di malam hari … senjata
tajam mereka panjang-panjang. Kalau ada bis atau kendaraan pribadi
ditempat yang sepi/gelap berhenti, jangan berhenti, jangan jalan
pelan-pelan. Langsung tancap gas, pokoknya kita punya prinsip kalau
jalan di Trans Sumatera adalah “I don’t Care”. Walaupun orang
yang punya bis atau mobil itu minta bantuan. Jangan-jangan mereka
lagi dirampok.
Setelah
sampai di tempat pemberhentian untuk istirahat memakan waktu 1 s/d
1.5 jam. Waktu yang cukup lama. Kalau caranya begini bisa sampai
dikampung halaman telat alias ga sesuai jadwal. Dan benar sekali,
kita nyampenya kemalaman tapi tetap ada yang nyambut. Penyambutannya
lama banget … yang pidato ga ada yang dengerin …
Padahal
udah capek banget … ngantuk … . Setelah berhai ria dengan
saudara-saudara di tempat penyambutan. Saya pulang ke rumah ibu,
langsung ke kamar mandi, gosok gigi, cuci muka, ganti baju dan tidur
…. Zzzzzzzzzzzzzzz.
Catatan
:
Dalam
perjalanan ga pernah mandi
… herannya Ga bau …
Ga
pernah sikat gigi …. Hmmmm bau donkkkk …. HHHHHHH
Sebabnya
….
WC
GA PERNAH BERSIH
WC
kotor … bau … pesing … air tergenang … emas muter-muter …
bikin Gw mual ….muntah …. tidak nafsu makan ….
Pak
Supir … kalau berhenti … bisa tidak berhenti ditempat yang layak
…. misalnya di hotel … losmen … hhmmmm dihutan ada hotel &
losmen tidak ???? GA PERNAH LIHAT
Or
di mesjid yang bagus banget terus ada fasilitas restaurantnya ….
Cowok
kalau pergi bawa makanan donkkkkk
Terus
kalau bisa, kalau papasan sama harimau sumatra, biawak gede, monyet,
suku Kubu, rusa (kayaknya….), kita foto bersama. Kalau ga berani,
minimal kendaraan jalannya pelan-pelan disamping mereka. Ini kalau
bisa lho …