Sep
27
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 27-09-2005

Hari Minggu, 25 September 2005, pohon kesayangan bapak diambil orang. Pagi-pagi, sekitar jam 5.30 dilihatnya udah ga ada. Pohon itu dikasih tetangga. Katanya mahal. Saya sudah tanya penjual tanaman yang di Hero Pamulang, harganya Rp. 35.000. Tetangga saya yang lain punya pohon seperti itu, harganya dihitung dari perlembar daun @ Rp. 10.000,-. Pohon bapak tingginya kira-kira 30 cm. Waktu hilangnya potnya ga diambil, gimana bisa ngambil potnya ga bisa melewati pager.

Menurut pandangan saya, pohonnya ga bagus-bagus acan. Batangnya ada berwarna merah dan putih. Daunnya bergaris putih, ada bintik putih dan merah, warna sebagian daun adalah hijau. Gedenya laaaamaaa banget. Ga tahu ya punya bunga ga ?!!!. Kalau pohon tidak ada bunga kayaknya tidak menarik. Bapak ingatnya nama pohon adalah Keladi … kali ya .. lupa …

Kata tetangga yang lain, pohonnya juga keseringan dicolong orang. Wah, hati-hati penghuni komplek, kalau naruh pohon mahal jangan dekat pager. Kalau perlu pagernya dikasih pelapis lagi yang transparant.

Hati-hati nih …. nanti apa lagi yang dicolong ?!!!…. PERCUMA DONK DIDEPAN KOMPLEK ADA POS POLISI YANG MEGAH N POKDAR !!!!

Sep
17
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 17-09-2005

Cuma selang 2 hari salah satu keluarga kami meninggal dunia. Dua hari yang lalu Pak Ete mi, tinggal di Tebet, adik dari Suami kakak ibu, beliau meninggal karena sakit. Tanggal 17 September meninggal dunia ipar dari Pak Ete mi karena sakit jantung. Sayang saya ga ikut melayat.Pasti repot yang ditinggalkan, ngurus ini itu. Hmmm … untuk orang Silungkang yang ditinggalkan TIDAK … malah banyak yang bantuin. Keluarga yang sedang berduka ga perlu
repot-repot nyediin minuman, makanan, mobil jenazah, urusin kuburan… pokoknya tetek bengek lainnya. Tidak perlu 7 harian, 30 harian, 100 harian. Kalau mau ngaji setelah dikubur gpp. Intinya ga repot yang ditinggal.

Di Silungkang, bila yang ada yang meninggal, orang-orang yang melayat membawa makanan mentah maupun
makanan yang sudah jadi. Makanan mentah misalnya telur, beras. Kalau makanan jadi, misalnya telur balado, segala gulai, nasi dll. Untuk makanan jadi boleh dimasak sendiri atau beli. Ada yang bawa uang. kalau tidak ada hubungan saudara, bawa diri aja ga apa-apa, yang penting melayat. Tapi kalau ada keluarga yang terdekat tidak mampu
dengan si meninggal tidak apa-apa ga bawa makanan, sudah melayat saja sudah senang.

Waktu meninggalnya Ete mi, kata ande (panggilan ibu di Silungkang) makanan jadi banyak sekali, kayak orang
pesta. Yang melayat boleh makan tapi jangan dibawa pulang … tidak sopan … masalahnya masa … udah dikasih dikembalikan lagi .. jadi isi rantangan kosong. Yang mentah juga banyak, bisa berkarung-karung.
Begitu juga sama di rumah Pak Anas.

Saya jadi ingat waktu nenek saya meninggal sekitar tahun 1992. Banyak makanan mentah dan jadi. Sampai naruh makanan tersebut udah ga ada lagi, udah habis dipakai semua.
Jadi bingung, untung ada yang minjamin. Saya sebagai cucu malah dilarang bantu-bantu ngurusin makanan. Kata Ka Kere, (sepupu Ande) lagi berduka tidak usah repot, kita aja. Nenek juga dikasih uang, wah… ada beberapa orang ngasih nenek sekitar Rp. 200.000,-. Uangnya disumbangin ke orang yang ga mampu atas nama Nenek, makanan
berlebihan juga. Malah yang melayat, sehabis ke kuburan diajak makan … tapi karena dalam adat jangan makan di tempat orang meninggal … mereka harus dibujuk-bujuk dulu untuk makan, maklum ga sanggup menghabisin semuanya. Ada yang nyeletuk “Masa yang melayat makan …” Semua saudara yang masih ada hubungan darah atau tidak semua bantuin, mulai ngurusin mobil jenazah, nisan, kuburan, kertas kuning, nelepon orang-orang, dll. TQ banget sama semuanya.

Pembantu di rumah tante saya, iri sama orang Padang. Katanya “Enak ya jadi orang Padang, kalau ada keluarga yang meninggal ga perlu 7 harian, 30 harian, 100 harian. Malah dikasih makanan mentah dan jadi, dikasih uangnya juga banyak, yang bantuin juga banyak”. Pembantu tante pernah pinjam uang untuk nyelenggarain harian tsb. Saya tanya “Kenapa ga dihilangkan saja?” kata dia, “Karena adat…”. Kasihan kalau orang ga mampu. Waktu itu keluarganya ada yang meninggal 2 orang.

Sep
17
Filed Under (Cook) by auliahazza on 17-09-2005

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

JAGUNG POPCORN MANIS

Bahan :

5 sdm jagung kering/popcorn

4 sdm minyak untuk menggoreng

5 sdm gula pasir

¼ sdt garam

2 sdm mentega (margarin)

 

Membuat :

  1. Ambillah wajan dan tutup panci
    yang serasi. Masukkan minyak dan jagung (jagung harus terendam
    minyak). Wajan ditutup rapat dan masak dengan api sedang. Tidak lama
    kemudian akan terdengar “letusan-letusan” kecil. Menandakan
    jagung mulai merekah. Wajan jangan dibuka selama letusan masih
    terdengar. Setelah itu angkat wajan.

  2. Membuat karamel : bersihkan wajan
    dari sisa-sisa jagung dan masukkan gula pasir. Masak hingga gula
    meleleh dan berwarna kuning kecoklatan, jangan sampai hangus.

  3. Tambahkan garam dan mentega. Aduk
    sebentar. Matikan api dan segera masukkan jagung. Aduk hingga gula
    dan jagung tercampur rata. Dinginkan.

 

Catatan : kalau menggaduk
karamel dengan jagung supaya tidak cepat membeku karamelnya, pake
wajan teflon, jadi ngaduknya lebih nyantai tidak takut hangus. Kalau
pake wajan tradisional karamelnya cepat membeku dan takut hangus.

 

JAGUNG POP ASIN

 

Bahan :

5 sdm jagung kering/popcorn

4 sdm minyak untuk menggoreng

1 sdt mentega atau margarin

¼ sdt garam

3 sdm keju parut

 

Buat :

  1. Ambillah wajan dan tutup panci
    yang serasi. Masukkan minyak dan jagung (jagung harus terendam
    minyak). Wajan ditutup rapat dan masak dengan api sedang. Tidak lama
    kemudian akan terdengar “letusan-letusan” kecil. Menandakan
    jagung mulai merekah. Wajan jangan dibuka selama letusan masih
    terdengar. Setelah itu angkat wajan.

  2. Bersihkan wajan dari sisa-sisa
    jagung dan lelehkan mentega dan garam

  3. Tambahkan keju parut dan segera
    masukkan jagung. Matikan api dan aduk hingga jagung dan keju
    tercampur rata.

 

Sumber majalah Selera tahun 1984-an

Sep
11
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 11-09-2005

Luas Tanah Rumah : 265 m2
Luas Toko kurang lebih 120 m2
Peruntukan Usaha & Perkantoran
Yang Bisa Dibangun kurang lebih 375 m2
HGB
Tanpa Perantara
Tempat Strategis
di Jl. Bendungan Hilir Raya No. 33 Jakarta Pusat
Keterangan lebih lanjut hubungi :
Auliah Azza, auliahazza@yahoo.com, auliahazza@gmail.com

Dari : Blog zarathustra
www.linux.or.id

Seandainya pemerintah telah melakukan negosiasi dengan perusahaan software tertentu untuk memberikan pemutihan terhadap jutaan komputer yang ada di instansi pemerintah dengan membayar sebesar 1USD per unitnya. Selain itu pemerintah juga menjadikan pemilik perusahaan software tertentu tersebut sebagai penasihat untuk urusan IT di Indonesia dan memberikan beberapa hektar tanah untuk digunakan sebagai Research Centernya di Indonesia.

Seandainya, kebijakan ini bertolak belakang dengan program Pemerintah IGOS (Indonesia Goes Open Source). Tatkala masyarakat dituntut untuk lebih memperkaya pengetahuannya dengan memanfaatkan keterbukaan yang dimiliki oleh Open Source, sementara pemerintah malah merelakan 1USD untuk tiap PC yg ada di instansinya agar tetap dapat menggunakan sistem operasi dari perusahaan software tertentu tersebut. Bayangkan ada berapa juta PC yang harus dibiayai pemerintah yang notabene uangnya sendiri diambil dari uang yang disetorkan rakyat untuk meningkatkan kesejahteraannya?

Cerita Selanjutnya

Sep
02
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 02-09-2005

Pagi hari keponakan saya, Riza namanya,waktu berusia 4 tahun ditanya sama neneknya. Riza itu suka sekali makan telur mata sapi buatan neneknya. Riza tidak tahu nama masakan telur yang sering dibuatin neneknya. Kalau Riza minta telur artinya telur mata sapi. Berikut cuplikannya :

Nenek    : Riza, nanti di sekolah mau makan apa ?

Riza       : Makan telur

Nenek    : Telur mata sapi aja yach …

Riza       : Makan telur

Nenek    : Iya, telur mata sapi aja …

Riza       : Iya nenek …. tapi ga pake mata sapi. Nenek ini gimana sich …

Nenekpun ketawa terpingkal-pingkal.

Masih sambil tertawa, nenek bilang ke Riza : Riza, telur yang biasa dimasakin nenek, namanya telur mata sapi

Riza pun bengong tak mengerti

Sep
02
Filed Under (Uncategorized) by auliahazza on 02-09-2005

Ada kucing ABG yang baru kami lihat.
Entah kenapa dia itu mendekati kaca toko kami. Setelah jaraknya cukup
dekat dengan kaca, tiba-tiba bulunya berdiri, badan naik ke atas, ambil
ancang-ancang untuk berkelahi.

Rupanya dia melihat
bayangannya sendiri yang dikiranya adalah musuh. Kucing itu cukup lama
dalam posisi tersebut. Kucing itu angkat kaki, mundur, bayangannya pun
ikut seperti itu. Dia nelan ludah, keliatan lehernya bergelombang.

Walaupun kami senggol dikit badannya, dia tidak bergeming tetap mempertahankan posisinya.

Karena
kami kasihan karena cukup lama dalam posisi seperti itu, Bapak
memberanikan diri mendekatkan kucing tersebut dengan kaca dengan mempergunakan kaki, lebih dekat, lebih dekat
sampai hidungnya kepentok kaca. Akhirnya kucing itu sadar, dia sudah
tertipu oleh bayangannya sendiri dan mengendus-endus kaca.

Dengan muka malu, dia ngeleyor pergi ke arah pasar dan kami pun tertawa geli )