Menjadi PEMIMPIN itu sangat sulit, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Manusia selalu ingin menjadi MULIA di mata Tuhan dan selalu berusaha mencapainya sampai akhir hayat.
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Pandangan pertama saya dengan linux
sudah lama mungkin sekitar tahun 2000 an. Lihat simaskotnya Pinguin
Si Endut… lucu amat, senyum terus … smiling dengan mata jenaka,
always ceria … bikin gemes.
Waktu pertama kali baca bukunya
bingung. Salah satu kata yaitu distro, apa itu. Kok nama linuxnya
banyak banyak banget … yang linux itu jadi yang mana ? dari pada
pusing lebih baik tutup buku dan ga jadi beli. Untung di gramedia ada
buku contoh, jadi saya ga beli kucing dalam karung.
Tahun 2004, ada pelatihan linux oleh
MIFTA, ikutan dech. Akhirnya saya mengerti apa itu distro. Anggap aja
Linux itu suatu organisasi dan mempunyai cabang-cabang namanya
distro, distro itu bisa macam-macam namanya dan dibuat oleh siapa
saja. Itu pemahaman saya, kalau salah … sori menyori dech…
Karena ada sweeping software bajakan
dan telah diberlakukan dengan serius UU HKI tahun 2002, saya
bersinggung kembali dengan Linux dalam artian sesungguhnya.
Pertama-tama coba install Fedora Core 3, gratisannya si RedHat.
Pengertian gratisan, software ini boleh dicopy, dipake rame-rame,
jadi ga perlu beli CD asli untuk setiap komputer. Tapi murah lho
harga perkepingnya, kalau ga salah Fedora Core itu ada 5 CD (sorry
kalau salah lagi), 1 keping itu Rp. 20.000/Rp. 25.000. Kalau mau
download di internet, banyak, gratis lho ga pake trial-trialan. Beli
CDnya di www.gudanglinux.com
atau datang ke toko gudang linux di ITC Kuningan, samping Mall
Ambasador, lantai dasar, kalau ga ketemu tanya aja sama Satpamnya,
mereka tahu semua. Tapi hati-hati lho LINUX ada yang bayar, contoh
RedHat, Xandros dll, tanya aja yach ke orang yang paham dilinux
Installnya rada panjang juga. Kalau di
Windows kan tinggal next…next. Di Fedora sebenarnya tinggal next
aja, trus masukin CD sampai 5 buah, tapi waktu install itu cuma
sampai 4 buah aja. Wah, karena rada panjang, saya tanya “ini ga ada
yang lebih pendekan lagi. Sayang install Fedora ga sukses di
processor VIA, memorinya kayaknya kurang … ga tahu dech …
pokoknya ga sukses aja. Trus coba Vector Linux, sukses lho, cepat
install tapi tetap aja panjang installnya hee..hee … tapi sayang
kalau pake internet lemot banget … wah … berarti memorinya harus
gede lagi nich … padahal bukanya ga banyak lho. Vector Linux,
distro ringan, bisa dipakai di Pentium 1. Trus coba Lorma Linux
katanya buat LTSP … nah yang ini gw ga nyambung … wah, installnya
super panjang … trus kalimat yang sama keluar lagi “Ga ada yang
pendekan lagi nih …” … aul jadi geli banget nich … Sebagai
newbie (orang baru) di Linux … Linux itu ribet installnya … ampun
dech …
Waktu install Linux, tempat saya musim
hujan, kalau udah ada geledek, petir, tutup warnetnya, maklum udah
pernah kena 2 x ama petir, untuk komputernya ga ada yang hangus. Jadi
kerjaan rada lama … kasihan sama saudara aul yang ngeset linux
padahal dia itu sibuk banget … tapi Thank’s Banget udah aul bikin
repot.
Karena ga sukses install Fedora di VIA.
Karena saudara saya sukses install Fedora di komputer dia yang pake
Intel, untung aja server aul pake Intel, akhirnya, server pindah ke
client … wah jadi suasana berantakan .. tapi ga pa pa yang penting
pindah ke Linux.
Selama proses pindah ke linux dari
bulan Maret, maag saya yang parah kambuh lagi, hampir seminggu lebih ga
sembuh-sembuh. Obat maag yang dari dokter, mylanta ga mempan semua.
Walaupun ga telat makan tetap ga sembuh-sembuh. Saya paling takut
kalau kambuh seperti keram diperut dan susah bernafas, trus akhirnya
muntah … sakit luar biasa banget. Akhirnya nyerah pas hari ke 9 (kira-kira),
minum kunyit dan madu, alhamdulillah sembuh. Tapi ga berlangsung lama..kambuh lagi,
ada pikiran, konflik, susah menerangkan ke bapak yang selalu bertanya
“Sudah installnya? … sukses ga ? … ga bisa dimana ? … nanti
ga pake harddisk disetiap komputer ? kok bisa ?” … “Komputer
Linuxnya ga dipakai ?. Itu aja yang ditanya. Maklum takut ada polisi
ingin razia. Walaupun saya bersusah payah untuk menerangkan tetap aja
pertanyaan yang sama diulang lagi … dan tetap saya akan menjawab
yang sama, pernah belum selesai ngomong … udah punya kalimat
sendiri tapi salah … wah … kacau dech. Susah dech ceritanya.
Akhirnya, setelah dinanti-nanti bisa
pake Fedora di Server dan semua client pake LTSP. Tapi ada masalah
lagi nich ada network cardnya ga bisa ngedetect, akhirnya beli baru
network cardnya. Walaupun udah selesai tetap masih susah karena belum
bisa baca disket disetiap client, akhirnya repot dech di server
melulu. Tapi akhirnya ketemu cara baca disket di setiap client …
alhamdulillah
Walau dengan segala kesusahan,
kerepotan, stress, pusing, nahan sakit, marah-marah, sewot, kesal.
Dengan ketulusan hati senang berkenalan dengan LINUX.
Untuk sementara ini, ga terima Kursus
Mie Kocok di tempat aul tapi ke rumah dengan syarat punya komputer di
rumah … uuuuhhhhhh, yach gimana MAHAL sich Microsoftnya, trus ribet
dech urusannya. Tapi kalau mau belajar OpenOffice boleh, saya terima
dengan senang hati.
Pelanggan saya, yang udah pernah coba
OpenOffice boleh mencantumkan di Curriculum Vitaenya Pendidikan
Informal : Bisa OpenOffice (Writer, Calc), kan udah pernah coba.
Hampir sama kan sama Office. Kan keren bisa LINUX, maklum masih
jarang yang bisa … kali lho yach ?
Sering-sering aja ke tempat saya,
dikasih tahunya gratis lho. Sering-sering tanya aja tapi nyewanya
bayar yach … hee.hee….Kalau saya bisa jawab, tapi saya usahakan
dijawab tapi maaf yach kalau ada pertanyaannya ga langsung dijawab
masalahnya saya cari dulu maklum saya harus belajar dari 0 (nol)
kembali tapi ga banyak kok …
Kan ga seperti di Office, yang sudah
belajar selama 12 tahun dan sampai sekarang saya merasa selalu kurang
dan ga 100% menguasai sampai ke jeroan produk dari Mie Kocok
Tapi gpp kok, belajar itu sampai akhir
hayat.
Oh, ya … jangan sampai ada yang
bilang ke kamu “HARI GINI GA BISA LINUX !!!”
Trus jangan bangga and sombong kalau
pake produk Microsoft jika masih pake BAJAKAN. Jangan sampai ada yang
bilang ke kamu “HARI GINI MASIH PAKE BAJAKAN !!!”
Juga jangan sombong n bangga kalau cuma bisa 1 OS. Yang pakar di Linux aja ga Sombong .. masa cuma bisa sedikit aja di software Microsoft aja udah sombong.
Kenapa kalau nyimpan disket dirumah bisa menyimpan data dll tapi pas dibawa ke komputer lain ga bisa baca. Saya sudah tanya ke orang lain yang lebih pintar dalam perkomputeran, katanya "berarti disketnya cuma bisa dibaca di komputer dia ga bisa dibaca ke komputer orang lain". Katanya "coba suruh dia ke rental lain, bisa tidak ? Lagipula maklum aja namanya disket …."
Saya juga heran sama orang-orang yang suka menggeser … apa yach namanya … itu lho tutupan untuk menutupi piringan hitam disket … kan kalau lama-lama digeser-geser jadi longgar, kalau udah longgar, nyangkut dech ke dalam drive. Saya sering tuh drive floppy ga bisa dimasukin disket karena ada lempengan itu … nyangkut … terpaksa saya bongkar drivenya … kan bikin susah. Apa sich fungsinya digeser-geser … toh kalau ga bisa baca … yach ga bisa aja … ga ada hubungannya sama yang digeser-geser. Kalaupun akhirnya bisa … kebetulan aja.
Trus, disket kalau dibaca di driver floppy kedengaran suara kencang … ih menyeramkan … wah kalau dipaksain jebol dech drivenya .. kalau ada 1 hari ada 10 disket begitu bunyinya … bahaya … Pernah drive floppy saya dipaksa untuk dibaca akhirnya headnya kena … beli lagi dech yang baru karena di disk cleaner ga bisa juga ngebaca …
Disket baru beli belum diformat ? yach namanya buatan pabrik pasti ada yang kelewat … baju aja ada yang reject. Kalau tuh disket minta format, format aja lagi … Saya pernah lho beli 10 box disket merek "V", 1 kotak kan isinya 10 buah, 7 buah disuruh format. Wah, gimana tuh … jadi saya yang kena komplain padahal bukan saya yang buat disket "V" lho …
Nah, sekarang udah tahu kan gimana tuh disket … jadi jangan percaya sama disket. Kalau ada data yang penting, backup aja banyak-banyak alias copy file itu dimana aja … OK …