Menjadi PEMIMPIN itu sangat sulit, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Manusia selalu ingin menjadi MULIA di mata Tuhan dan selalu berusaha mencapainya sampai akhir hayat.
Diambil dari www.linux.or.id
Oleh cah4ngon pada waktu Tue, 2005-07-05 16:23.
Seperti
semua hal, pada dasarnya selalu ada tingkatan untuk mengenal. Sistem
operasi bukan perkecualian. Jika orang membeli komputer sekarang di
Indonesia, mungkin hanya diperkenalkan oleh sistem operasi Windows
saja. Bukan apa-apa, bajakan masih banyak dan pemberdayaan hukum dan
kesadaran tentang hak cipta masih rendah.
Lalu pemakai Windows yang terbiasa pula menggunakan produk-produk
bajakan lainnya untuk bekerja, seperti office suite, ketika disodorkan
Linux, dahinya langsung berkerenyit. Linux menjadi barang aneh dan
asing untuk digunakan. Sebenarnya terutama bukan soal antarmuka yang
sedikit lain atau instalasinya, tapi lebih karena kesan tentang sesuatu
yang rumit.
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Beberapa waktu lalu ada seorang nenek
datang ke tempat saya. Kata beliau cucunya mau kursus. Tapi cucunya
lagi dipasar, sebentar lagi kesini. Wow, cucunya atau neneknya yang
mau kursus?
Saya tahu program apa yang diinginkan
dan bilang bahwa program tersebut sekarang belajar dirumah dengan
pengertian datang ke rumah. Di tempat saya sudah ga bisa belajar
software tersebut kalau mau belajar OpenOffice aja.
Nenek itu tanya “Kenapa?”. Ya..
saya bilang karena ada razia bajakan trus saya masih mikir untuk
mempergunakan barang itu, untung dan ruginya lagi pula belum ada
waktu untuk mengurusnya. Kemudian saya ada 2 jasa, yang satu
komersial dan satunya lagi semi komersial yaitu kursus. Bisa sich
dibedakan komputernya tapi apakah Polisi percaya. Polisi itu kan ga
kayak Aa Gym selalu berpikiran positif, mereka itu bawaannya curiga
melulu.
Setelah saya capek neranginnya dari
a-z, nenek itu mengeluarkan perkataan yang menyinggung perasaan saya
… sangat menyinggung … katanya “kalau ga punya uang kenapa buka
?, Saya rugi donk kalau belajar dirumah, belum bayar listriknya!!,
kalau disini kan enak, saya ga bayar listrik, ga bayar angkot karena
tempat anak kan dekat sama rumah saya”, “Anak, orang mana ? …
bla … bla…”. Rupanya susah gw ngomongnya… rupanya nich nenek
ini ga konek nich… ga nyambung … PELIT. Trus apa hubungannya saya
orang mana ? Pas saya bilang daerah saya, langsung menganggap saya
punya uang banyak. Uang nenek moyang mu!!!
Saya bilang dengan emosi yang tertahan,
“Sebelum ada razia, sudah buka dan saya punya uang. Memangnya nenek
punya uang sekitar 50 juta??. Saya ini punya beberapa jasa dan akan
diragukan oleh aparat … bla … bla ….. ulang lagi penerangannya.
Susah saya neranginnya.
Kalau ga mau ga apa-apa”. Dalam hati
saya bilang “ga rugi kok”.
Sebenarnya saya pengen bilang ke nenek,
sayang tidak terucap, ORANG TUA sich, kalau ga ORANG TUA gue MAKI
juga.
Saya mau ngomong gini :
“Nek, boleh aja sich saya terima cucu
nenek belajar ditempat saya, tapi harga kursusnya lain yaitu 50 juta
rupiah, itu untuk denda memakai software bajakan plus sekitar 4
jutaan kalau 1 komputer saya kena segel atau 50 juta kalau komputer saya
semua disegel plus nenek harus bersedia dipenjara karena yang minta
kursus ditempat saya adalah nenek. Atau mau tidak menyediakan seharga
1 juta untuk ongkos bolak balik ngurusin lisensi, harga tersebut
sudah termasuk harga kursus, penantian turunnya lisensi, dll. Nenek
sendiri pake bajakan atau pake yang asli ?. Pasti pake bajakan kan !!!?
Banyak orang tua malah pengennya
belajar dirumah karena anaknya bisa dipantau belajar. Karena sering
kejadian selama saya mengajar 12 tahun, ada anak minta ijin sama ortu
kursus, rupanya dia main sama teman-temannya, baru ketahuan tidak
kursus setelah saya telepon ke rumahnya karena sudah ga masuk lebih
dari 3 kali. Lagipula ga rugi kok untuk suatu ilmu, apa arti uang
kursus kalau nanti akan dipakai seumur hidup cucunya. Trus saya juga
tidak nambahin biaya 10 % karena datang ke rumah. Harga ditempat
kursus saya dan datang ke rumah sama.
Sampai selesai pembicaraan yang tidak
menyenangkan itu, cucunya belum nyampe juga ditempat saya. Sebenarnya
nenek maksain cucunya belajar kan ? Bilang aja nek, nenek kan yang
mau belajar? Kalau nenek yang belajar… wah saya angkat topi
tinggi-tinggi. Tapi maaf yach atas ketidak nyamanan ini. Trus juga
jangan bawa asal daerah yach, juga jangan mengganggap orang yang
punya komputer itu orang kaya.
Ngomong-ngomong kalau ada anggota
keluarga nenek or nenek sendiri akhirnya berubah pikiran, kayaknya
saya sudah terima lagi, sorry menyorry dech, masalah nenek sudah
menyinggung perasaan saya dan menyinggung harga diri saya.
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Office di linux disebut OpenOffice,
untuk seterusnya saya singkat dengan OO. Office buatan M$ (Microsoft)
terdiri dari Word, Excel, PowerPoint, Access, FrontPage, Microsoft
Outlook dsbnya (kalau masih ada yang lain boleh ditambah, maklum udah
ga begitu hapal lagi). Kalau di OpenOffice ada Writer (Word), Calc
(Excel), Impress (PowerPoint), Draw, FrontPage (HTML Document).
Nah, saya akan bicara tentang Writer &
Calc yang sering dipakai. Caranya semuanya sama dengan di Word dan
Excel di M$. Cuma peletakkannya beda. Kalau Page Setup di Office M$
ada di File, tapi di OpenOffice adanya di Format, Page.
Di Writer, yang berhubungan dengan
halaman (Page) ada di Format, Page, misalnya ukuran kertas, header n
footer, border, margin kanan kiri, atas bawah, dll. Yang berhubungan
dengan huruf ada di Character, contoh font, subscript n superscript
di position dst. Yang berhubungan dengan Paragraf ada di Paragraph,
misalnya spasi, tab, drops cap, dst.
Untuk Calc, yang berhubungan dengan
kolom dan baris ada di Cell. Berhubungan dengan ukuran kertas, margin
kanan kiri, atas bawah ada di Page.
Sisanya cari sendiri yach, tinggal klik
aja kok, kalau ga ketemu minta sama Help aja. Kalau ga bisa baca di
help, buka aja kamus. Saya aja kalau ada kata yang ga tahu artinya
lihat kamus. Kalau ga bisa juga tanya sama yang udah bisa …
Perlu diketahui, kalau mengetik di OO
dan Office harus mengetik dengan baik dan benar kalau tidak
berantakan. Pengertian baik dan benar, misalnya mengetengahkan judul
pake icon center jangan pake tab, spasi dll. Keliatan sih memang rapi
tapi kalau dipindahkan ke OO, jadi ga tengah. Begitu juga kalau di OO
mengetengahkan judul pake tab, spasi, indent, kelihatan sih rapi, pas
dipindahi ke word yang tidak tengah. Jangan menyalahi LINUX, salah
sendiri kenapa ngetiknya tidak sesuai tatanan.
Oh, ya sementara ini, LINUX tidak
mengenal virus, yang bikin virus belum bisa cara membobol LINUX.
Mudah-mudahan mereka ga bisa membobol LINUX sampai kapanpun juga.
Udah dulu … capek ngetik nich
<!–
@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm }
P { margin-bottom: 0.21cm }
–>
Pernah punya kacamata ? pasti pernah
… untuk digunakan dengan berbagai alasan, misalnya untuk
ngeceng, sakit mata, ga bisa lihat, takut matanya kena debu, koleksi,
supaya ga kelihatan ngelirik atau mau pake aja … ihhh ga jelas
gitu.
Saya pernah punya kacamata dengan
alasan lihat jauh udah burem. Waktu kelas 2 SMA, suka duduk paling
belakang, bukan karena saya bandel, suka aja karena bisa lihat
seluruh kelas tanpa membalikkan badan dan bisa langsung lihat kalau
ada adegan yang lucu dari teman-teman. Baru kepepet punya kacamata
karena diprotes teman dengan nada bersungut, “Auliah, saya udah
senyum dari jauh kok kamu ga bales sich !!!”. “Eh .. maaf saya ga
lihat kamu senyum, yang kelihatan cuma badan yang burem”. Aduh
parah nich …
Akhirnya dengan berat hati bilang ke
ortu minta dibeliin kacamata. Rupanya beli kacamata itu ribet lho,
saya maunya tetap cantik kalau pake kacamata (ceilee) dan uangnya sesuai
dengan yang dimiliki bapak. Tapi bapak saya pengennya beli kacamata
fiberglass, kalau saya nyebutnya plastik. Alasannya saya ini cereboh,
kata orang padang “concongcadak”, takutnya baru 1 hari pake udah
hancur. Trus saya juga alergi sama barang imitasi, karena pernah pake
anting imitisi, lubang kuping saya bernanah. Yang dimaksud disini
mungkin barang berlogam … gitu kali ye … Waktu dicek kedua mata
saya min ¾. Saya juga ga keturunan pake kacamata, katanya
kemungkinan bisa sembuh.
Eh, benar. Besok harinya baru ½
hari sekolah, kacamata udah saya dudukin …. Pernah dalam 1 hari, 3
kali jatuh dari kantong baju, pokoknya selama pake begituan, dia itu
menderita dech … untung fiberglass. Sebenarnya saya ga pede pake
kacamata, apalagi kalau ketemu si doi … aduh malu dech. Tapi pernah
kepergok ga pake kacamata, dia malah tanya kacamatanya mana? aul
harus sering make untuk supaya cepat sembuh … aduh tersentuhnya
saya. Maklum anak dokter mata. Tapi aul ga tahan nich … geli,
hidung saya gatal & pusing … nah lho … trus kalau wajah saya
berkeringat pasti berembun, kurang canggih nich … Eh.. ga lama si
Doi pake kacamata tuh … ga tahu kenapa … ga tanya … ikutan aul
kali … ihh geer dech.
Cari akal gimana bisa lihat normal
lagi. Akhirnya ketemu dech …minum juice wortel, vitamin A, minyak
ikan, jangan baca buku sambil tiduran, lihat yang jauh-jauh, lihat
yang hijau-hijau tapi bukan duit lho …. Sebenarnya ga suka ama
wortel tapi apa daya untuk mata. Minggu pertama gpp minum juice
wortel 1 gelas gede sehari, pas minggu ke 3, seorang teman tanya
kenapa kulit & mata aul kuning ? auliah sakit kuning yach ? Wah
gawat nich …
Pas pulang ke rumah, bilang ke ande
(ibu) supaya takaran wortelnya dikurangi, vitamin udah ga makan,
minyak ikan tetap 1 kali sehari .. ngabisin doank. Setelah kurang
lebih 2 bulan, saya memberanikan diri buka kacamata … ouiii terang
banget … cemerlang … silau ouiii … Semenjak ga pake kacamata
suka ditanyain sama kakak kelas yang akrab, biasanya cowok-cowok …
“Auliah kacamatanya mana … ?”
Tapi tetap saya harus hati-hati …
yang penting jangan baca sambil tiduran, kalau matanya sudah cape baca
jangan dipaksakan, berilah istirahat.
Beberapa tahun yang lalu, mungkin
sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, saya merasa ada gangguan dengan mata,
akhirnya saya beli lagi kacamata, min masih ¾ … aduh gimana
kok sama kayak waktu SMA dulu. Sayang, seribu sayang cuma semangat
beli, cuma dipakai sebentar trus disimpan dech … habisannya hidung
saya PUSING sich tapi ada untungnya, saya selalu dibuatin sama my
mother juice wortel dicampur tomat … enak juga. Dulu saya ga suka
wortel … itu lho rasa umbinya, sekarang sayuran favorit banget.
<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>
Pandangan pertama saya dengan linux
sudah lama mungkin sekitar tahun 2000 an. Lihat simaskotnya Pinguin
Si Endut… lucu amat, senyum terus … smiling dengan mata jenaka,
always ceria … bikin gemes.
Waktu pertama kali baca bukunya
bingung. Salah satu kata yaitu distro, apa itu. Kok nama linuxnya
banyak banyak banget … yang linux itu jadi yang mana ? dari pada
pusing lebih baik tutup buku dan ga jadi beli. Untung di gramedia ada
buku contoh, jadi saya ga beli kucing dalam karung.
Tahun 2004, ada pelatihan linux oleh
MIFTA, ikutan dech. Akhirnya saya mengerti apa itu distro. Anggap aja
Linux itu suatu organisasi dan mempunyai cabang-cabang namanya
distro, distro itu bisa macam-macam namanya dan dibuat oleh siapa
saja. Itu pemahaman saya, kalau salah … sori menyori dech…
Karena ada sweeping software bajakan
dan telah diberlakukan dengan serius UU HKI tahun 2002, saya
bersinggung kembali dengan Linux dalam artian sesungguhnya.
Pertama-tama coba install Fedora Core 3, gratisannya si RedHat.
Pengertian gratisan, software ini boleh dicopy, dipake rame-rame,
jadi ga perlu beli CD asli untuk setiap komputer. Tapi murah lho
harga perkepingnya, kalau ga salah Fedora Core itu ada 5 CD (sorry
kalau salah lagi), 1 keping itu Rp. 20.000/Rp. 25.000. Kalau mau
download di internet, banyak, gratis lho ga pake trial-trialan. Beli
CDnya di www.gudanglinux.com
atau datang ke toko gudang linux di ITC Kuningan, samping Mall
Ambasador, lantai dasar, kalau ga ketemu tanya aja sama Satpamnya,
mereka tahu semua. Tapi hati-hati lho LINUX ada yang bayar, contoh
RedHat, Xandros dll, tanya aja yach ke orang yang paham dilinux
Installnya rada panjang juga. Kalau di
Windows kan tinggal next…next. Di Fedora sebenarnya tinggal next
aja, trus masukin CD sampai 5 buah, tapi waktu install itu cuma
sampai 4 buah aja. Wah, karena rada panjang, saya tanya “ini ga ada
yang lebih pendekan lagi. Sayang install Fedora ga sukses di
processor VIA, memorinya kayaknya kurang … ga tahu dech …
pokoknya ga sukses aja. Trus coba Vector Linux, sukses lho, cepat
install tapi tetap aja panjang installnya hee..hee … tapi sayang
kalau pake internet lemot banget … wah … berarti memorinya harus
gede lagi nich … padahal bukanya ga banyak lho. Vector Linux,
distro ringan, bisa dipakai di Pentium 1. Trus coba Lorma Linux
katanya buat LTSP … nah yang ini gw ga nyambung … wah, installnya
super panjang … trus kalimat yang sama keluar lagi “Ga ada yang
pendekan lagi nih …” … aul jadi geli banget nich … Sebagai
newbie (orang baru) di Linux … Linux itu ribet installnya … ampun
dech …
Waktu install Linux, tempat saya musim
hujan, kalau udah ada geledek, petir, tutup warnetnya, maklum udah
pernah kena 2 x ama petir, untuk komputernya ga ada yang hangus. Jadi
kerjaan rada lama … kasihan sama saudara aul yang ngeset linux
padahal dia itu sibuk banget … tapi Thank’s Banget udah aul bikin
repot.
Karena ga sukses install Fedora di VIA.
Karena saudara saya sukses install Fedora di komputer dia yang pake
Intel, untung aja server aul pake Intel, akhirnya, server pindah ke
client … wah jadi suasana berantakan .. tapi ga pa pa yang penting
pindah ke Linux.
Selama proses pindah ke linux dari
bulan Maret, maag saya yang parah kambuh lagi, hampir seminggu lebih ga
sembuh-sembuh. Obat maag yang dari dokter, mylanta ga mempan semua.
Walaupun ga telat makan tetap ga sembuh-sembuh. Saya paling takut
kalau kambuh seperti keram diperut dan susah bernafas, trus akhirnya
muntah … sakit luar biasa banget. Akhirnya nyerah pas hari ke 9 (kira-kira),
minum kunyit dan madu, alhamdulillah sembuh. Tapi ga berlangsung lama..kambuh lagi,
ada pikiran, konflik, susah menerangkan ke bapak yang selalu bertanya
“Sudah installnya? … sukses ga ? … ga bisa dimana ? … nanti
ga pake harddisk disetiap komputer ? kok bisa ?” … “Komputer
Linuxnya ga dipakai ?. Itu aja yang ditanya. Maklum takut ada polisi
ingin razia. Walaupun saya bersusah payah untuk menerangkan tetap aja
pertanyaan yang sama diulang lagi … dan tetap saya akan menjawab
yang sama, pernah belum selesai ngomong … udah punya kalimat
sendiri tapi salah … wah … kacau dech. Susah dech ceritanya.
Akhirnya, setelah dinanti-nanti bisa
pake Fedora di Server dan semua client pake LTSP. Tapi ada masalah
lagi nich ada network cardnya ga bisa ngedetect, akhirnya beli baru
network cardnya. Walaupun udah selesai tetap masih susah karena belum
bisa baca disket disetiap client, akhirnya repot dech di server
melulu. Tapi akhirnya ketemu cara baca disket di setiap client …
alhamdulillah
Walau dengan segala kesusahan,
kerepotan, stress, pusing, nahan sakit, marah-marah, sewot, kesal.
Dengan ketulusan hati senang berkenalan dengan LINUX.
Untuk sementara ini, ga terima Kursus
Mie Kocok di tempat aul tapi ke rumah dengan syarat punya komputer di
rumah … uuuuhhhhhh, yach gimana MAHAL sich Microsoftnya, trus ribet
dech urusannya. Tapi kalau mau belajar OpenOffice boleh, saya terima
dengan senang hati.
Pelanggan saya, yang udah pernah coba
OpenOffice boleh mencantumkan di Curriculum Vitaenya Pendidikan
Informal : Bisa OpenOffice (Writer, Calc), kan udah pernah coba.
Hampir sama kan sama Office. Kan keren bisa LINUX, maklum masih
jarang yang bisa … kali lho yach ?
Sering-sering aja ke tempat saya,
dikasih tahunya gratis lho. Sering-sering tanya aja tapi nyewanya
bayar yach … hee.hee….Kalau saya bisa jawab, tapi saya usahakan
dijawab tapi maaf yach kalau ada pertanyaannya ga langsung dijawab
masalahnya saya cari dulu maklum saya harus belajar dari 0 (nol)
kembali tapi ga banyak kok …
Kan ga seperti di Office, yang sudah
belajar selama 12 tahun dan sampai sekarang saya merasa selalu kurang
dan ga 100% menguasai sampai ke jeroan produk dari Mie Kocok
Tapi gpp kok, belajar itu sampai akhir
hayat.
Oh, ya … jangan sampai ada yang
bilang ke kamu “HARI GINI GA BISA LINUX !!!”
Trus jangan bangga and sombong kalau
pake produk Microsoft jika masih pake BAJAKAN. Jangan sampai ada yang
bilang ke kamu “HARI GINI MASIH PAKE BAJAKAN !!!”
Juga jangan sombong n bangga kalau cuma bisa 1 OS. Yang pakar di Linux aja ga Sombong .. masa cuma bisa sedikit aja di software Microsoft aja udah sombong.
Kenapa kalau nyimpan disket dirumah bisa menyimpan data dll tapi pas dibawa ke komputer lain ga bisa baca. Saya sudah tanya ke orang lain yang lebih pintar dalam perkomputeran, katanya "berarti disketnya cuma bisa dibaca di komputer dia ga bisa dibaca ke komputer orang lain". Katanya "coba suruh dia ke rental lain, bisa tidak ? Lagipula maklum aja namanya disket …."
Saya juga heran sama orang-orang yang suka menggeser … apa yach namanya … itu lho tutupan untuk menutupi piringan hitam disket … kan kalau lama-lama digeser-geser jadi longgar, kalau udah longgar, nyangkut dech ke dalam drive. Saya sering tuh drive floppy ga bisa dimasukin disket karena ada lempengan itu … nyangkut … terpaksa saya bongkar drivenya … kan bikin susah. Apa sich fungsinya digeser-geser … toh kalau ga bisa baca … yach ga bisa aja … ga ada hubungannya sama yang digeser-geser. Kalaupun akhirnya bisa … kebetulan aja.
Trus, disket kalau dibaca di driver floppy kedengaran suara kencang … ih menyeramkan … wah kalau dipaksain jebol dech drivenya .. kalau ada 1 hari ada 10 disket begitu bunyinya … bahaya … Pernah drive floppy saya dipaksa untuk dibaca akhirnya headnya kena … beli lagi dech yang baru karena di disk cleaner ga bisa juga ngebaca …
Disket baru beli belum diformat ? yach namanya buatan pabrik pasti ada yang kelewat … baju aja ada yang reject. Kalau tuh disket minta format, format aja lagi … Saya pernah lho beli 10 box disket merek "V", 1 kotak kan isinya 10 buah, 7 buah disuruh format. Wah, gimana tuh … jadi saya yang kena komplain padahal bukan saya yang buat disket "V" lho …
Nah, sekarang udah tahu kan gimana tuh disket … jadi jangan percaya sama disket. Kalau ada data yang penting, backup aja banyak-banyak alias copy file itu dimana aja … OK …
&amp;amp;amp;amp;lt;!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–&amp;amp;amp;amp;gt;
1 Cewek
Dikejar 3 Cowok
Sudah 3 hari ada 1 cewek dan 3 cowok
mondar mandir didepan rumah. Main kejar-kejaran, cowok-cowoknya
berisik lagi. Kalau pagar rumah saya dibuka lebar, ada adegan seperti
di panggung. cewek itu lari terbirit-birit dari arah kiri ke kanan,
ga lama kemudian cowok pertama dengan postur tubuh tinggi tegap
mengejar dibelakangnya, selang beberapa menit kemudian lewat cowok
rada kucel menyusul, beberapa menit kemudian cowok ABG.
Ga berapa lagi cowok rada kucel lari
dari arah kanan ke kiri, lari tunggang langgang, disusul cowok yang
tegap mengejar cowok kucel, ga lama kemudian cewek disusul beberapa
menit kemudian cowok ABG.
Atau cewek itu lari kecil-kecil disusul
dari belakang 3 cowok dengan jarak waktu yach.. sekitar 1 atau 2
menit dech.
Tapi cowok-cowok itu berisiknya minta
ampun. Pernah cowok yang tegap, gagah.. subuh-subuh sudah berisik
banget dengan suara baritonya .. Kapan tidurnya ?!!… Malamnya cowok
ABG juga berisik … aduh saya ga bisa tidur… sayang saya ga hapal
suara cowok kucel.
Kalau mereka lewat lagi didepan rumah
or bikin suara berisik …. Aul siram pake air
Tahu siapa mereka ….? Mereka itu adalah KUCING.